Pantau Flash
Studi: Vitamin K dalam Bayam, Telur, dan Keju Bantu Cegah COVID-19
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus

Ketua MPR Dukung Langkah Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS

Ketua MPR Dukung Langkah Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) usai menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (4/2/2020). ANTARA/Fransiska Ninditya/am.

Pantau.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Pemerintah untuk memulangkan sebanyak 600 Warga Negara Indonesia (WNI) mantan anggota Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) ke Indonesia.

"MPR RI mendorong itu karena tanggung jawab dimana pun mereka berada adalah tanggung jawab negara. Sejauh penanganannya sesuai rambu-rambu keamanan negara dan ancaman radikalisme, merangkul mereka adalah suatu keputusan yang bijaksana, kalau perlu didukung," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Komisi VIII: Kaji Mendalam, Tak Boleh Parsial

Dia menilai harus ada program khusus terkait rencana pemulangan WNI mantan anggota ISIS tersebut khususnya penanaman kembali nilai-nilai kebangsaan.

Langkah itu menurut dia bisa dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) karena termasuk dalam kerja-kerja penanggulangan radikalisme.

Bamsoet tidak memiliki kekhawatiran apabila WNI mantan anggota ISIS itu kembali ke Indonesia namun langkah pemulangan itu harus direncanakan dengan matang tahap demi tahap.

"Yang penting kita punya tolak ukur, punya parameter mereka bisa kembali lagi kepada nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Baca juga: Jimly Asshiddiqie: Pemerintah Harus Cabut WNI Eks ISIS yang Ingin Kembali

Politisi Partai Golkar itu menekankan bahwa tugas negara untuk tidak membiarkan warganya mengalami kondisi yang tidak jelas di luar negeri sehingga menjadi kewajiban negara untuk merangkul WNI eks-ISIS tersebut.

Selain itu menurut dia, menjadi tugas negara melakukan pendidikan kebangsaan kembali kepada para WNI tersebut sehingga tidak perlu dikhawatirkan terkait rencana pemulangan WNI eks-anggota ISIS tersebut.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: