Ngeri… Bom 35 Kg Berjuluk ‘Mother of Satan’ Ditemukan Hanya Berjarak 7 Km dari Permukiman Warga

Headline
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.comKabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan bahan peledak yang ditemukan Tim Densus 88 Antiteror dan Brimob Polda Jabar di Gunung Ceremai, Kabupaten Majalengka, berjarak sekitar 7 kilometer dari permukiman terdekat.

Menurutnya, bahan peledak yang memiliki daya ledak tinggi berjuluk “Mother of Satan” seberat 35 Kilogram itu masih aktif saat ditemukan oleh petugas. Namun kini bahan peledak itu sudah didisposal hingga nonaktif.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Masih Misteri, Polisi Akan Autopsi Ulang Jenazah

“Bom tersebut dalam kondisi utuh dan aktif, dalam artian itu bisa diaktifkan saat ditemukan,” kata Erdi di Polda Jawa Barat, Selasa (5/10/2021).

Erdi mengatakan sebagian dari bahan peledak itu sempat diledakkan di lokasi penemuan oleh kepolisian guna mengukur seberapa daya eksplosif bahan tersebut. Hasilnya, kata dia, bahan peledak itu berdaya ledak kuat dan cukup mengkhawatirkan apabila tidak segera ditangani petugas.

“Dengan sedikit saja, ternyata itu dapat mengakibatkan suatu getaran yang sangat kuat. Nah sisanya bahan peledak itu dibawa ke Brimob untuk dilakukan disposal,” kata dia.

Baca juga: Pamerkan Alutsista di Acara HUT TNI, Presiden Jokowi: Bentuk Transparansi kepada Publik

Kemudian di Markas Komando Brimob Polda Jawa Barat, kata dia, para petugas meledakkan kembali bahan peledak itu agar tidak tersisa setelah diurai. “Jadi kita ledakkan kembali untuk mengamankan karena ini sangat berbahaya jika digunakan teroris,” kata Erdi.

Meski sudah ditemukan, menurutnya, Tim Densus 88 Antiteror juga akan mengembangkan penemuan tersebut guna mencari potensi adanya hal serupa. “Tapi diharapkan tidak ada lagi, karena ini sangat membahayakan jika kita menemukan seperti itu lagi, daya ledaknya tinggi, sangat mengkhawatirkan,” katanya.

rn

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi