Pantau Flash
Penembakan di RM Cafe Cengkareng, 3 Orang Tewas
Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi COVID-19 Massal Wartawan di GBK Pagi Ini
Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jabat Wakasad
Waspada, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Pemicu Hujan Ekstrem
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Malam Ini hingga Besok: Jabodetabek Siaga Banjir

Pakar Ungkap Vaksinasi COVID-19 untuk Turunkan Angka Kematian

Pakar Ungkap Vaksinasi COVID-19 untuk Turunkan Angka Kematian Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Antara)

Pantau.com - Tim pakar Satgas Penanganan COVID-19 Nasional Prof Rizanda Machmud mengemukakan tujuan vaksinasi COVID-19 yang utama adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian warga yang terinfeksi.

"Selain itu vaksin juga bertujuan membentuk kekebalan kelompok yang pada akhirnya memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh," kata dia di Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/1/2021).

Ia menyampaikan hal itu pada diskusi publik bertema "Apa dan Bagaimana Pascavaksinasi" yang digelar atas kerja sama Ombudsman Sumbar, Komnas HAM Sumbar, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumbar dan Komisi Informasi Sumbar.

Baca juga: 5.080 Dosis Vaksin Sinovac di Mamuju Rusak Akibat Gempa

Menurutnya vaksin akan membentuk kekebalan secara kelompok yang pada akhirnya terbentuk perlindungan lintas kelompok. "Saat pemberian vaksin akan melindungi kelompok lain, seperti usia dewasa dan risiko tinggi," ujarnya.

Ia menjelaskan ketika sebuah populasi banyak mendapatkan vaksin maka penyebaran virus dapat ditekan. "Maka risiko orang tertular oleh penyakit yang sama menjadi lebih kecil, bahkan kebal," ujarnya.

Rizanda mengemukakan dalam skema kekebalan massal orang yang divaksin berperan layaknya tembok pelindung bagi orang lain yang belum terinfeksi dalam suatu populasi. Terkait dengan kelompok masyarakat yang pertama kali divaksin, ia menyampaikan di seluruh dunia semua sepakat yang pertama kali adalah petugas kesehatan karena merupakan kelompok yang paling rentan.

Kemudian petugas publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat, mulai dari TNI, Polri, petugas bandara, stasiun kereta api, pelabuhan, dan petugas yang bekerja di lapangan.

Berikutnya kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu pekerja produktif yang berkontribusi pada sektor ekonomi dan pendidikan hingga penduduk yang tinggal di tempat berisiko tinggi, seperti kawasan padat penduduk.

Baca juga: Ilmuwan Oxford Siapkan Vaksin Baru untuk Melawan Virus Korona Paling Menular

Pada sisi lain ia mengingatkan imunisasi COVID-19 tidak menggantikan protokol kesehatan karena itu masyarakat tetap harus disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. "Dalam penanganan pandemi COVID-19 tersebut ada kewajiban pribadi dan ada kewajiban bersama," kata dia.

Ia menguraikan kewajiban pribadi mulai dari jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menerapkan etika bersin saat batuk hingga tidak memegang wajah dengan tangan secara langsung.

Sementara kewajiban bersama, meliputi menjauhi kerumunan, tanggap melakukan testing dan tracing, menjamin sirkulasi udara yang baik, mendapatkan dukungan pembiayaan kesehatan, karantina dan isolasi serta vaksin.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: