Pantau Flash
Hilal Tidak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Kamis 13 Mei
Kemenag: Tak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1442 H Teramati di Indonesia Secara Astronomis
Masjid Istiqlal Tidak Gelar Salat Ied Tahun Ini
KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai yang Tak Lolos TWK
Kemenparekraf Pastikan Destinasi Wisata Terapkan Prokes saat Libur Lebaran

PBNU Nilai Nadiem Tepat untuk Pimpin Kemendikbud-Ristek

PBNU Nilai Nadiem Tepat untuk Pimpin Kemendikbud-Ristek

Pantau.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai Nadiem Anwar Makarim sosok yang tepat memimpin lembaga hasil penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Ristek dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

“Penggabungan ini dipercaya akan sukses dan memberikan manfaat yang sangat penting bagi pendidikan dan riset,” ujar Ketua PBNU bidang Pendidikan, Dr Hanif Saha Ghafur dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Dia menilai sosok Nadiem memiliki pengalaman mengurus manajemen dengan baik sehingga mampu mengimplementasikan penggabungan itu. “Saya percaya Mas Nadiem mampu melaksanakan integrasi Kemendikbud dan Kemenristek. Tinggal bagaimana lahir kebijakan-kebijakan dari Presiden terimplementasi ke Kementerian," tambah dia.

Baca juga: Cerita Bambang Brodjonegoro Jadi Menristek 'Terakhir': Jujur Saya Sedih

Hanif mengungkapkan dalam melaksanakan peleburan dua kementerian, Nadiem perlu didukung oleh jajaran pejabat lapis kedua yang kuat sehingga pengelolaan fungsi kebudayaan, pendidikan, dan riset dapat dijalankan secara optimal.

Kemendikbud-Ristek juga akan menjadi kementerian dengan anggaran negara tertinggi sehingga diperkirakan memiliki kinerja yang terus meningkat. “Beban kerja tidak memberatkan kalau diusung bersama-sama. Tinggal bagaimana mengefektifkan implementasi dari berbagai peraturan,” jelas dia.

Dalam kondisi pandemi COVID-19 yang belum berakhir, diperlukan keleluasaan dalam melaksanakan kebijakan, kendati dengan aksi terbatas. Nadiem terbukti telah sukses menjalankan kepemimpinan di Kemendikbud selama lebih dari 1,5 tahun.

Program Kampus Merdeka sebagai bagian Merdeka Belajar yang fenomenal juga dinilai menjadi transformasi pendidikan tinggi untuk mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha.

Melalui penggabungan Kemendikbud-Ristek, implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka akan lebih konkret dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Langkah itu akan memperbaiki ranah-ranah standar yang akan dibenahi dalam struktur manejemennya. Dengan standar tersebut, masuknya fungsi riset dan teknologi kepada pendidikan dan kebudayaan akan semakin diperkuat.

Baca juga: Paripurna DPR Setujui Penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah menjelaskan Nadiem merupakan paket lengkap dari kalangan profesional yang berhasil membangun sistem pendidikan, kendati berada di masa pandemi. Contoh suksesnya adalah menekan korban penularan COVID-19 kalangan anak-anak khususnya di lingkungan sekolah.

“Layak dipertahankan dan dia satu-satunya menteri yang bukan dari Muhammadiyah yang berhasil. Di tengah pandemi ini, minimal pendidikan masih berjalan. Banyak yang sudah dilakukan dan kinerjanya bagus,” kata Trubus.

Trubus juga sepakat dengan penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Banyak dosen atau peneliti yang mengeluhkan birokrasi sebagai kendala penelitian saat Kemenristek berdiri sendiri.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: