
Pantau - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menilai Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok yang diterima oleh berbagai pihak sehingga memiliki peluang untuk berperan sebagai mediator dalam konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya setelah menghadiri acara silaturahmi Presiden dengan para ulama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia menyampaikan, "Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat."
Presiden Tegaskan Komitmen Mendukung Perdamaian
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam upaya menciptakan perdamaian serta membantu penyelesaian konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Gus Yahya menjelaskan bahwa Presiden menunjukkan kesiapan untuk melakukan berbagai langkah yang diperlukan demi membantu proses perdamaian.
Ia menegaskan kembali komitmen Presiden dengan mengatakan, "Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi."
Gus Yahya juga menilai konflik di Timur Tengah memiliki potensi memberikan dampak langsung terhadap kepentingan domestik Indonesia sehingga perhatian terhadap situasi tersebut menjadi penting.
Momen Buka Puasa Bersama Tokoh Ulama
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto membagikan momen berbuka puasa bersama sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi Islam di Istana Merdeka Jakarta.
Tokoh yang hadir dalam acara tersebut antara lain Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar.
Dalam unggahan di akun media sosial resmi Presiden terlihat Prabowo menikmati takjil dan kurma saat berbuka puasa bersama para tokoh tersebut.
Acara berlangsung di salah satu sudut ruangan Istana Merdeka dengan meja bundar kecil yang cukup untuk empat orang.
Presiden Prabowo duduk di tengah dengan Ketua Umum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir di sisi kanan dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar di sisi kiri.
Sementara itu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar duduk berhadapan langsung dengan Presiden Prabowo dalam meja berbuka puasa tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







