Pantau Flash
Honda Civic Turbo Tabrak Empat Kendaraan di Jakpus, Sopirnya Masih ABG dan Mabuk
Wah, Ada Arahan Kapolri yang Tidak Dijalankan Anak Buahnya
Roy Suryo Temukan Fakta Baru Video Miss Kay Mirip Nagita Slavina, Apa Ya?
BMKG: Gempa Sulut M 6,0 Menyebabkan Kerusakan Ringan
Sukamta Wakil Ketua FPKS: Keamanan Siber di Indonesia Mengkhawatirkan

Pemindahan Ibu Kota Jalan Terus Kendati di Tengah Pandemi Virus Korona

Pemindahan Ibu Kota Jalan Terus Kendati di Tengah Pandemi Virus Korona Ibu Kota Baru. (Foto: Pantau.com/Amin)

Pantau.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memastikan proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur terus berjalan sesuai rencana, meski tengah terjadi pandemi virus korona (COVID-19).

Staf Khusus Menko Maritim dan Investasi Bidang Kelembagaan dan Media Jodi Mahardi dalam rilis pers melalui video di Jakarta, Rabu (25/3/2020), menjelaskan tim dari Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian BUMN, serta Kementerian Keuangan terus melakukan komunikasi intens dengan calon investor dan mitra.

"Saat ini, persiapan masih on track. Tim dari Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan juga terus melakukan komunikasi intens dengan berbagai calon investor dan mitra joint venture untuk pengembangan ibu kota," katanya.

Baca juga: Bappenas: Ibu Kota Baru Indonesia Jadi Sorotan Dunia

Jodi yang juga Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi mengatakan berbagai opsi mengenai pengembangan ibu kota masih terus dikaji dan dipertimbangkan.

"Pada saatnya nanti akan diputuskan bersama," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada sekitar 30 investor dari dalam dan luar negeri yang tertarik untuk ikut membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Baca juga: Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Bukan Hanya Pindah Tempat, tapi...

"Banyak investor partner yang tertarik membangun ibu kota negara. Saya baru dikirim list-nya, sudah hampir 30 perusahaan besar yang ingin berpartisipasi," katanya akhir Februari lalu.

Luhut mengatakan puluhan investor itu berasal dari dalam dan luar negeri serta berbagai bidang usaha, mulai dari listrik hingga kendaraan.

"Banyak perusahaan investor luar negeri yang ingin masuk, dari Amerika ingin masuk, Jepang masuk, Abu Dhabi (UEA) masuk, Singapura, banyak sekali," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: