Pantau Flash
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri
Bus PO Sudiro Tungga Jaya Terbakar di Ruas Tol Semarang-Solo
Pemkab Garut Salurkan Bantuan Uang untuk Rumah Terendam Banjir
Disiplin Prokes Masih Jadi Satu Cara Cegah Varian COVID-19
Polri Terbitkan Perpol Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK

Tuntut Denda Adat, Korban Penembakan di Papua Minta Polisi Bayar Rp4 M dan 30 Ekor Babi

Tuntut Denda Adat, Korban Penembakan di Papua Minta Polisi Bayar Rp4 M dan 30 Ekor Babi Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.comKeluarga korban penembakan menuntut denda adat kepada Kepolisian Resor Jayawijaya, Polda Papua, sebesar Rp4 miliar ditambah 30 babi.

Kepala Polres Jayawijaya, AKBP Muh Safei di Wamena, Papua, Senin (26/10/2021), mengatakan pihaknya meminta waktu satu bulan untuk menyiapkan tuntutan denda dari keluarga.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Berkunjung ke Timika Papua, Beri Semangat dan Ingatkan Prajurit Tugas Belum Selesai

"Karena Polres sebagai orang yang dituntut, kami minta waktu satu bulan untuk konsolidasi menyiapkan apa yang harus kita siapkan. Keluarga minta Rp4 miliar dan 30 ternak (babi)," katanya.

Setelah dilakukan persiapan terkait tuntutan itu, polisi akan memanggil lagi pihak keluarga untuk bernegosiasi terkait kemampuan menyanggupi tuntutan keluarga korban yang meninggal dunia itu.

"Pelaku di sini oknum anggota dan gajinya tidak masuk akal kalau dibilang Rp4 miliar sehingga nanti kami, Polres Jayawijaya, yang menjembatani," katanya.

Baca juga: Kapolri Minta Anggota TNI/Polri Waspada Ancaman KKB di Akhir Tahun

Ia mengatakan dua anggota pelaku penembakan akan dilibatkan dalam pembayaran denda. "Kami siapkan uang paling tidak sesuai kemampuan dari dua orang yang dituntut. Kami (Polres Jayawijaya) bantu-bantu," katanya.

Babi merupakan ternak berharga untuk masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua, dan hewan ternak berkaki empat itu biasa digunakan untuk penyelesaian berbagai persoalan sosial atau hukum di wilayah ini, sehingga harga babi pun cukup mahal dibandingkan hewan ternak lain.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: