Waduh! Prabowo Diprediksi Ditinggalkan Koalisi Merah Putih, Jika…

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Foto/ Instagram Gerindra)Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Foto/ Instagram Gerindra)

Pantau.com –  Kabar bersatunya Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2019 dibantah pengamat sekaligus peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar.


“Kalau untuk kemungkinan Prabowo-Jokowi bersatu itu masih agak sulit,” ujar Rully Akbar di Kantor LSI Denny JA, Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Hal ini lantaran adanya perbedaan segmen dan isu yang berbeda diantara pemilih kedua kubu Jokowi-Prabowo,”Jadi tidak mungkin kedua orang ini bergabung,” terang Rully.

Baca Juga: Ini Dua Nama Cawapres ‘Zaman Now’ Penentu Kemenangan Pilpres 2019

Meski begitu, adanya aturan baru terkait ambang batas pencalonan presiden 20 persen diprediksi menjadi masalah baru bagi majunya Prabowo untuk menjadi capres, karena membutuhkan koalisi besar yang saat ini baru hanya dimiliki Jokowi.

Rully menjelaskan, sikap Prabowo yang hingga kini belum mendeklarasikan untuk maju menjadi presiden akan menjadi bumerang bagi ketua umum Partai Gerindra tersebut, karena diprediksi akan ditinggalkan para koalisinya dan lebih memilih merapat ke koalisi Jokowi.

“Ini yang akhirnya juga sedikit demi sedikit partai yang dulu mendukung di koalisi merah putih banyak yang pindah untuk merapat ke pemerintahan Jokowi,” terang Rully. 

Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani