Pantau Flash
Sean Connery, Pemeran James Bond Meninggal di Usia 90
Milenial Jangan Dimanja Tuai Pro dan Kontra, Megawati Santai
Jakarta sebagai Kota Terbaik Dunia dalam STA 2021, Anies: Alhamdulillah
Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Emmanuel Macron yang Hina Islam
1 Tahun Pengabdian, Mendes PDTT Peroleh Penghargaan IPB

Walkot Tangerang Nilai Usaha Pemerintah Sia-sia di Tengah Pandemi, Jika...

Walkot Tangerang Nilai Usaha Pemerintah Sia-sia di Tengah Pandemi, Jika... Wali Kota Arief berbincang dengan warga dalam penerapan aturan di wilayah Gebang Raya yang menjadi zona merah untuk menekan kasus COVID-19. (Foto: Antara)

Pantau.com - Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah mengingatkan sebanyak apapun fasilitas dan usaha yang diupayakan oleh pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 akan menjadi sia-sia jika masyarakatnya tIdak peduli dan masih enggan untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jika masyarakatnya masih sulit untuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, akan sulit untuk keluar dari pandemi," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang, Sabtu (19/9/2020).

Dikatakannya, pandemi ini masih belum bisa dipastikan kapan berakhir. Saat ini peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Baca juga: COVID-19 Terpinggirkan di Aceh, 5.480 Pasangan Tetap Langsungkan Pernikahan

Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kota Tangerang per tanggal 19 September 2020 mencapai 1.189 kasus dan mengalami peningkatan sepanjang bulan September ini.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang kembali menggencarkan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) RW dalam menekan jumlah kasus COVID-19.

Selain itu, Wali Kota Arief meminta agar seluruh aparatur Pemkot Tangerang di wilayah dapat melakukan sosialisai secara masif kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Lalu, Pemerintah Kota Tangerang secara resmi menetapkan pemberlakuan sanksi bagi masyarakat yang melanggar penerapan protokol kesehatan dengan denda Rp50.000

Baca juga: Kasus COVID-19 Meningkat, Pemkot Tangerang Tambah Fasilitas Isolasi

Ketentuan dalam penegakan dan pemberian sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Tangerang No 70 dan 78 Tahun 2020.

Upaya lain adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mewajibkan kepada para pemilik usaha, seperti pusat perbelanjaan, perkentaroan dan rumah makan, termasuk juga pengelola pondok pesantren, untuk membentuk gugus tugas atau satuan tugas penangananan dan penanggulangan COVID-19

Mengenai sanksi bagi pengelola usaha yang tidak menaati ketentuan surat edaran tersebut, dia  menegaskan bahwa pemkot tidak segan untuk memberikan sanksi tegas. "Kami tidak akan segan untuk mencabut izinnya, kententuannya ada di Perwal Nomer 78 Tahun 2020," kata Kepala Dinas Kominfo Pemkot Tangerang Mulyani.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: