Pantau Flash
Angka Kasus COVID-19 di Kota Bandung Terus Melaju
BPIP: Produk-produk Pendidikan Pancasila Perlu Disinkronkan
Polisi Periksa HRS, Menantu, hingga Biro Hukum FPI Besok
Jokowi Kecam Pembunuhan Sigi: Tindakan Tidak Beradab!
Kasus Positif COVID-19 RI Capai 538.883 di Akhir November

Jika Tak ke Spanyol atau Korsel, Timnas U-19 Bakal TC di Indonesia

Jika Tak ke Spanyol atau Korsel, Timnas U-19 Bakal TC di Indonesia Para pemain tim nasional U-19 Indonesia saat merayakan kemenangan atas Hajduk Split dalam laga uji coba di Stadion Sloga Mravince, Split, Kroasia, Selasa (20/10/2020). Skuat asuhan pelatih Shin Tae-yong menaklukkan lawannya dengan skor 4-0. (ANTARA/HO/PSS

Pantau.com - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan bahwa Indonesia menjadi pilihan terakhir seandainya lanjutan pemusatan latihan (TC) timnas U-19 Indonesia tidak bisa digelar di dua negara tujuan, yakni Spanyol atau Korea Selatan.

“Kalau seandainya terjadi sesuatu dua negara tidak bisa, terpaksa kita TC di Indonesia. Tapi itu kemungkinan kecil,” kata Iriawan di Kompleks GBK, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Seandainya itu terjadi, maka timnas U-19 hanya akan menggelar uji coba melawan klub-klub lokal seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung. Bahkan jika memungkinkan, timnas senior juga bakal dipanggil untuk uji coba dengan skuat Garuda Muda.

Baca juga: Polri Beberkan Tiga Pertimbangan Alasan Tak Izinkan Liga 1 Bergulir

Menurut Iriawan, PSSI dan Shin Tae-yong sebetulnya sangat ingin mengirimkan timnas U-19 ke luar negeri guna mendapatkan lawan tanding yang kuat. Shin Tae-yong bahkan sudah berniat membawa timnas untuk menjalani TC di kampung halamannya.

Namun prioritas PSSI, lanjut Iriawan, adalah mengirim timnas U-19 ke Eropa. PSSI sudah mendapatkan lampu hijau dari federasi sepak bola Spanyol untuk menggelar latihan di negara tersebut.

Sementara itu, Korea Selatan hanya menjadi destinasi cadangan jika tak memungkinkan pergi ke Eropa.

Baca juga: Liga 1 Akan Dilanjutkan pada 2021, Sistem Dua Wilayah Jadi Solusi?

Korea Selatan dijadikan cadangan karena mereka mempertimbangkan kewajiban karantina 14 yang diterapkan pemerintah Negeri Ginseng itu. Belum lagi, kondisi suhu udara yang diperkirakan akan berada di bawah 0 derajat pada periode Desember nanti.

“(TC) lebih baik kalau di Eropa. Kalau Korea Selatan ada karantina 14 hari. Kalau Spanyol tidak ada. Ini menjadi pertimbangan,”

“Korea Selatan juga belum ada (izin) baik dari federasi maupun pemerintah. Kalau di Spanyol sudah ada,” ujar Iriawan.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: