Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Skuad Barca 'Dituduh' Terlalu Lama Setujui Pemotongan Gaji, Suarez Geram

Skuad Barca 'Dituduh' Terlalu Lama Setujui Pemotongan Gaji, Suarez Geram Striker Barcelona, Luis Suarez. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Penyerang Barcelona Luis Suarez merasa kecewa lantaran skuad Blaugrana mendapat banyak kritik karena diduga terlalu lama mengambil keputusan soal pemangkasan gaji di tengah pandemi virus korona atau COVID-19. Padahal, kata dia, tim utama Barca menjadi yang pertama dalam menyetujui pemangkasan gaji. 

"Hal itu menyakitkan, karena kami adalah pihak pertama yang ingin mencapai kesepakatan pemotongan gaji). Kami tahu situasi klub, situasi dunia saat ini, dan itu hanya mengenai detail minimal (yang menjadi sebab terlambatnya tercapai kesepakatan)," kata Suarez kepada stasiun radio Uruguay Sport890 seperti dikutip AFP.

Baca juga: Rusia Perpanjang Penangguhan Pertandingan Sepak Bola hingga Akhir Mei

"Namun orang-orang mengatakan kami, para pemain, tidak ingin melakukannya, bahwa para atlet bola basket dan bola tangan mencapai kesepakatan dan kami tidak," tambahnya.

Pada Senin, megabintang Barca Lionel Messi mengonfirmasi bahwa para pemain tim utama akan menerima pemotongan gaji sebesar 70 persen.

Pemotongan gaji itu dilakukan agar pihak klub dapat menggaji para staf di Barcelona, di tengah pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sepak bola Spanyol dan dunia olahraga secara umum.

Selain itu, dalam wawancara tersebut, Suarez juga meminta agar kampung halamannya, Uruguay menerapkan lockdown untuk mencegah penularan COVID-19. 

"Itu merupakan solusi terbaik bagi semua pihak. Saya tahu situasinya begitu berat di Uruguay bagi orang yang mengandalkan upah harian, namun jika kita tidak berjalan bersama dan menuju arah yang tepat, akan sulit untuk keluar dari situasi ini," tuturnya.

Baca juga: Cannavaro pada Italia: Semua Akan Baik-Baik Saja

Uruguay telah menutup sejumlah perbatasannya, menutup sekolah-sekolah dan pusat perbelanjaan, dan meminta masyarakat menjaga jarak satu sama lain.

Mereka belum menerapkan lockdown, dan dari catatan terakhir terdapat 350 kasus COVID-19 di negara Amerika Selatan tersebut dengan empat korban jiwa.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: