Pantau Flash
12 Ruas Jalanan Kota Medan Resmi Ditutup Imbas Pandemi Korona
183 Jemaah Masjid Kebun Jeruk Dipindahkan ke RS Wisma Atlet
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik

Ahli Gizi Sebut Boba Tak Sebabkan Batu Ginjal, tapi Bisa Ganggu Pencernaan

Ahli Gizi Sebut Boba Tak Sebabkan Batu Ginjal, tapi Bisa Ganggu Pencernaan Ilustrasi boba atau bola tapioka (ANTARA/Shutterstock)

Pantau.com - Pelengkap minuman manis seperti bubble atau dikenal dengan sebutan boba yang terbuat dari tapioka tidak menyebabkan batu ginjal, namun berpotensi untuk penyakit lainnya, misalnya pencernaan.

Ahli gizi/dietcian Pafitri, S.K.M.,RD mengatakan boba jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar tidak menyebabkan efek samping apa pun. Sebab boba merupakan jenis pati resistan atau untuk meningkatkan serat pangan.

"Enggak (penyebab batu ginjal), enggak sampai ke situ. Tapi lebih ke masalah pencernaan. Jadi mungkin dia lebih ke mengalami sembelit atau begah, karena dia kan lebih sulit dicerna tapi kalau wajar enggak apa-apa," ujar Pafitri di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Benarkah Boba Lebih Bahaya Dibanding Minuman Pemanis? Ini Kata Ahli Gizi

"Dia kan jenis pati resistan, jadi kalau dikonsumsi bagus, kalau berlebihan dia jadi tidak baik. Ya kan segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik," lanjutnya.

Pafitri menganjurkan untuk mengonsumsi minuman boba hanya satu sampai dua gelas saja dalam sebulan.

Selain itu, sebaiknya anak-anak dan atau lanjut usia (lansia) juga dihindari dari minuman tersebut.

"Anak-anak dan lansia harus diwaspadai karena bubble-nya yang kenyal itu kadang-kadang sulit dicerna. Karena kadang-kadang anak sudah besar tapi kemampuan mengunyahnya belum bagus," jelas Pafitri.

Baca juga: 5 Obat Rumahan Penghilang Flek Hitam atau Melasma pada Kulit Wajah

Dalam setiap 500ml minuman boba terdapat mengandung 500-800 Kal atau sekira dua sampai lima piring nasi putih 100 gram.

Jika diminum secara terus-menerus bisa memicu penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung dan kanker.


Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - TIH