Pantau Flash
Mendag: Neraca Perdagangan RI Surplus dan Tertinggi
Jawa Tengah Bagian Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Ekstrem
Formula 1 Bakal Mentas di Sirkuit Kota Jeddah Arab Saudi untuk Pertama Kali
Perancis Tingkat Keamanan ke Level Tertinggi Pasca Penusukan di Gereja
Garuda Akan Garap Penerbangan Kargo untuk Ekspor Produk Laut

Bakteri Penyebab Pilek Organ Intim Bisa Mati Pada Suhu Panas

Bakteri Penyebab Pilek Organ Intim Bisa Mati Pada Suhu Panas Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Bakteri Neisseria Gonorrhoeae penyebab pilek pada alat kelamin luar atau Gonore (GO) bisa mati ketika terkena suhu di atas 39 derajat Celcius.

"Kuman GO tidak tahan panas, di atas suhu 39 derajat Celcius kumannya mati, memang mandi air panas suhu kurang lebih 40 derajat," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin Anthony Handoko dalam virtual media briefing beberapa waktu lalu.

Selain suhu, bakteri yang biasanya berpasangan ini juga tak tahan dengan udara bebas dan kering serta lokasi selain selaput lendir yang menjadi tempatnya hidup.

Baca juga: Kenali Pilek Pada Organ Intim yang Bisa Menular

Namun, bila seseorang tak sengaja tangannya terkena nanah akibat bakteri penyebab GO lalu melakukan kontak seksual dengan pasangannya, dia berisiko menularkan bakteri pada pasangannya itu.

"Kalau melakukan masturbasi, walaupun nanahnya menempel di tangan, tidak kena GO di tangan, tangan tidak ada selaput lendir. Kecuali dia melakukan masturbasi, tangan kena nanah lalu dia stimulasi vagina pasangan (menggunakan tangannya), kemungkinan menular, bisa, tangan sebagai carrier," papar Anthony.

Neisseria Gonorrhoeae bisa merusak selaput lendir, saluran kemih, tenggorokan (melakukan kontak seksual oral), saluran reproduksi hingga saluran dubur. Bakteri ini memiliki masa inkubasi singkat yakni 2-5 hari.

Gonore (GO) menular dari orang ke orang ketika melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi atau melakukan kontak dengan cairan tubuh mereka, baik secara vaginal maupun anal.

"Kontak itu tidak selalu harus penetrasi, saat Anda melakukan kontak seksual misalnya menempel (antar organ intim) tidak ada penetrasi penis ke vagina, saat penis keluarkan nanah, bisa (menularkan bakteri ke pasangan)," kata Anthony.

Anthony yang juga CEO Klinik Pramudia itu mengatakan, tanda atau gejala yang bisa dikenali yakni keluarnya nanah dari organ genital dan muncul rasa sakit saat berkemih. Gejala ini biasanya lebih sering dialami pria ketimbang wanita.

"GO bergejala hanya pada laki-laki, karena secara anatomis laki-laki punya saluran kemih lebih panjang dari kandung kemih sampai penis. Kuman GO akan merusak selaput lendir di saluran itu, akibatnya memungkinkan keluarnya nanah dan itu terlihat. Pada wanita saluran kemih sangat pendek, gejala tidak terlalu nyata," kata dia.

"Keluar nanah, seperti ingus makanya disebut pilek. warnanya putih kehijauan. Akibat nanah, saluran (kemih) tersebut menjadi mampet, saat berkemih ada dorongan air seni, (sehingga) saat kencing rasanya sakit. Ujung penisnya atau lubang kemih akan lebih merah dan bengkak," sambung Anthony.

Baca juga: Pria, Jangan Sepelekan Membasuh Organ Intim Usai Berkemih

Lebih lanjut, nanah yang keluar dari organ genital biasanya akan menimbulkan bercak salah satunya di celana dalam dan ini bisa menjadi bagian dari diagnosis dokter. Bercak bisa berwarna putih kekuningan hingga cokelat karena ada bekas darah di sana.

Selain pemeriksaan klinis, diagnosis GO juga bisa berdasarkan pemeriksaan gram dan kultur.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty