Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Tips Aman Bersosial Media Anti-Hoax

Tips Aman Bersosial Media Anti-Hoax Ilustrasi (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Penyebaran berita palsu (hoaks), tidak akurat, dan penipuan sering terjadi di sosial media, sehingga sangat penting bagi warganet untuk cermat dan bijak dalam berinteraksi di dunia maya.

Public Policy untuk Facebook Indonesia, Karissa Sjawaldy, mengatakan kenyaman dan keamanan dalam menggunakan sosial media sangat penting ditingkatkan, salah satunya adalah mengenali informasi palsu. Sebab, para pengguna sendirilah yang memiliki kontrol untuk menghentikan penyebaran misinformasi.

Baca juga: Infografis Sejarah Peringatan Hari Sosial Media Indonesia pada 10 Juni

"Kita pengin banget semua pengguna kita menyadari pentingnya bersikap bijak dalam membagi berita atau informasi di sosial media," ujar Karissa dalam peluncuran kampanye Facebook #NyamandiSosmed, beberapa waktu lalu.

Karissa pun membagikan beberapa tips untuk tetap aman dan nyaman menggunakan Facebook ataupun Instagram, berikut adalah ulasannya.

Periksa sumber

Cara termudah untuk melihat informasi tersebut asli atau palsu adalah dengan melihat alamat URL-nya. Pengguna harus memeriksa situs yang digunakan resmi atau tidak dan mengecek isi beritanya apakah sudah sesuai dengan judul dan kredibel.

"Teliti dan cermat sebelum memberikan informasi apa pun, kayak isi beritanya sama situs web-nya kredibel enggak. Kita cek dulu jangan sampai menyebarkan berita palsu yang bisa membahayakan orang lain," kata Karissa.

Jangan mengklik tautan mencurigakan

Saat menerima tautan dari orang yang tidak dikenal, jangan langsung mengklik-nya. Lihat isi pesannya terlebih dahulu, sebab tautan tersebut bisa jadi adalah bentuk phising atau scamming.

"Kalau menemukan tautan yang berbentuk phising, bisa langsung report (lapor), nanti akan ditindaklanjuti. Kita secara aktif ingin pengalaman aman dan nyaman," ujar Karissa.

Aktifkan autentikasi dua faktor

Ini adalah fitur keamanan yang dapat melindungi akun selain menggunakan kata sandi. Saat menggunakan autentikasi dua faktor, pengguna akan diminta untuk memasukkan kode login khusus. Jika ada orang lain yang coba untuk mengakses, maka Anda akan langsung mendapat peringatan.

Laporkan informasi palsu

Saat Anda menemukan berita atau informasi palsu, langsung laporkan hal tersebut ke Facebook. Anda bisa mengklik tiga titik yang ada di pojok kanan atas unggahan, lalu pilih "Laporkan Kiriman" dan pilih lagi "Ini adalah kabar berita salah".

Baca juga: Benarkah Media Sosial Punya Peran Signifikan untuk Ekonomi Indonesia?

Hentikan penyebaran

Sebisa mungkin berita atau informasi palsu berhenti hanya di Anda dan jangan ikut menyebarkannya kepada orang lain. Dengan Anda menghentikan penyebaran maka Anda telah berpartisipasi untuk membuat sosial media aman dan nyaman.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: