Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

1.000 Aktivis dalam Aksi Protes Perubahan Iklim Ditahan Polisi Inggris

1.000 Aktivis dalam Aksi Protes Perubahan Iklim Ditahan Polisi Inggris Para pengunjuk rasa saat aksi protes perubahan iklim di Waterloo Bridge di London. (Foto: Reuters/Simon Dawson)

Pantau.com - Kepolisian Inggris telah menahan sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam demonstrasi perubahan iklim dan 40 orang telah didakwa dengan pelanggaran pada Minggu, 21 April 2019.

Kelompok Perubahan Iklim telah menargetkan wilayah, seperti Oxford Circus dan Waterloo Bridge dalam kampanye non-kekerasan dengan tujuan menghentikan apa yang disebut dengan krisis iklim global, seperti dilansir Reuters, Selasa (23/4/2019).

Polisi London mengatakan, pihaknya tengah berupaya memindahkan para demonstran di sekitar Oxford Circus, Piccadilly Circus, dan Parliament Square, untuk membuka kembali Waterloo Bridge.

Baca juga: Efek Perubahan Iklim, Peneliti: 90 Persen Penyu akan Terlahir Betina

Komisaris Polisi Metropolitan Cressida Dick mengatakan, protes telah menyebabkan 'gangguan yang menyedihkan'. Ia juga mengatakan, sekitar 1.500 perwira polisi diterjunkan untuk mengatasi para demonstran.

Aktivis lingungan muda asal Swedia, Greta Thunberg, mendesak ratusan demonstran perubahan iklim di London untuk tidak menyerah pada kampanye mereka yang bertujuan untuk menyelamatkan planet bumi. Hal itu menyusul dengan penangkapan sekitar 830 demonstran.

"Kami adalah orang yang membuat perbedaan, kami adalah rakyat yang menolak untuk perubahan iklim, kami adalah orang yang akan membuat perubahan," kata Thunberg (16), berbicara di hadapan ratusan aktivis di Marble Arch, salah satu dari landmark London, disusul dengan sorak-sorai para demonstran.

Baca juga: Ilmuan Ungkap Penyebab Kepunahan Massal Akibat Perubahan Iklim

"Dan kami tidak akan pernah berhenti berperang, kami tak akan pernah berhenti berjuang untuk planet ini, untuk diri kita sendiri, masa depan kita, dan untuk masa depan anak cucu kita," tambahnya dengan tegas.

Thunberg telah menginspirasi sebuah gerakan muda terhadap pemanasan global ketika dirinya berdiri di depan Parlemen Stockholm pada Agustus silam, dengan pemogokan sekolahnya karena perubahan iklim.

Ribuan siswa di seluruh dunia telah mengikuti langkahnya dan melakukan kampanye kepada para pemimpin Eropa di Strasbourg, di Vatikan, serta bertemu dengan Paus Fransiskus pada pekan lalu.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: