Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Gunakan Pangkalan Militer Inggris untuk Operasi Pertahanan Khusus terhadap Iran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

AS Gunakan Pangkalan Militer Inggris untuk Operasi Pertahanan Khusus terhadap Iran
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Pesawat Jet F-35 buatan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu Agency).)

Pantau - Amerika Serikat mulai menggunakan pangkalan militer di Inggris untuk menjalankan operasi yang disebut sebagai operasi pertahanan khusus guna menghadapi ancaman serangan rudal dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Keterangan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataan yang dilaporkan oleh Sky News.

Kementerian tersebut menyatakan pangkalan militer Inggris digunakan oleh Amerika Serikat untuk mendukung operasi yang bertujuan mencegah ancaman terhadap keamanan kawasan.

"Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan khusus guna mencegah Iran menembakkan rudal ke wilayah tersebut, sehingga membahayakan nyawa warga Inggris", ungkap Kementerian Pertahanan Inggris.

Inggris Kerahkan Jet Tempur dan Helikopter

Selain penggunaan pangkalan militer, Inggris juga mengerahkan sejumlah pesawat tempur dalam operasi udara di kawasan Timur Tengah.

Jet tempur yang dikerahkan antara lain Eurofighter Typhoon dan F-35 Lightning II.

Operasi udara tersebut berlangsung di beberapa negara termasuk Yordania, Qatar, dan Siprus.

Inggris juga mengirim helikopter militer AgustaWestland AW101 Merlin untuk mendukung operasi di kawasan tersebut.

Demonstrasi di Siprus

Di tengah operasi militer tersebut, ratusan orang melakukan demonstrasi di pusat kota Nicosia, Siprus.

Para pengunjuk rasa memprotes keberadaan pangkalan militer Inggris di negara tersebut.

Mereka membawa spanduk bertuliskan "Siprus bukan landasan peluncuranmu" dan "Pangkalan Inggris keluar".

Presiden Siprus Nikos Christodoulides menyatakan isu mengenai masa depan pangkalan militer Inggris di negara itu kemungkinan akan dibahas setelah konflik di Timur Tengah berakhir.

Latar Belakang Konflik

Ketegangan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam konflik tersebut Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer Amerika Serikat dan Israel serta menyerukan deeskalasi serta penghentian permusuhan.

Penulis :
Gerry Eka