Forgot Password Register

2 Kali Kecelakaan Pesawat, Boeing Diminta Trump Ganti Nama

2 Kali Kecelakaan Pesawat, Boeing Diminta Trump Ganti Nama Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Dua pesawat milik Boeing, 737 Max jatuh dalam kurun waktu enam bulan terakhir, yakni Ethiopian Airlines dan Lion Air JT-610 menyebabkan sebagian besar negara menangguhkan penerbangan pesawat itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyarankan Boeing Co untuk rebrand setelah dua kecelakaan pesawat 737 Max 8 yang menewaskan ratusan orang, seperti dilansir Sputnik, Selasa (16/4/2019).

"Yang saya tau mengenai branding, mungkin tidak ada (tapi setidaknya saya menjadi presiden!). Tetapi, jika saya pemilik Boeing, saya akan memperbaiki Boeing 737 Max," kata Trump.

Baca juga: Tengah Diselidiki, Boeing Justru Uji Coba Software Baru 737 Max

"Dengan beberapa fitur tambahan dan rebrand pesawat dengan nama baru. Tak ada akan ada produk yang menderita seperti ini. Tapi sekali lagi, apa yang saya tahu?," kata Trump dalam akun Twitternya.

Pada 14 April, American Airline memperpanjang suspensi penerbangan Boeing 737 Max hingga 19 Agustus.

Meski demikian, baru-baru ini, Boeing Chief Executive Dennis Muilenburg mengatakan, software anti-crash baru pada jet Boeing 737 MAX telah berhasil menyelesaikan percobaan berjalan pada 96 penerbangan uji coba.

Baca juga: Boeing Sampaikan Permintaan Maaf Atas 2 Kecelakaan Pesawat 737 Max

Kecelakaan penerbangan Ethiopian Airlines di dekat ibu kota Addis Ababa pada 10 Maret merenggut nyawa 157 orang dan memicu penyelidikan besar dan berujung pada landasan model Boeing 737 MAX di seluruh dunia. 

Insiden terjadi setelah satu lagi 737 MAX jatuh di Indonesia yang mengakibatkan kematian semua 189 orang di dalam pesawat. Setelah insiden, pemerintah AS mengeluarkan perintah darurat untuk menangguhkan semua Boeing 737 MAX 8 dan 737 pesawat seri MAX 9.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More