Forgot Password Register

227 Hari Kematian Khashoggi, Kekasih: Dunia Belum Melakukan Apapun

227 Hari Kematian Khashoggi, Kekasih: Dunia Belum Melakukan Apapun Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Hatice Cengiz, tunangan dari Jamal Khashoggi, wartawan Arab yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul tahun lalu, mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang menghadapi konsekuensi serius bagi kejahatan, menyusul dengan pembunuhan tunangannya.

"Saya tidak bisa mengerti bahwa dunia masih belum melakukan apa-apa tentang hal itu," kata Cengiz kepada subkomite DPR AS urusan luar negeri, seperti dikutip Reuters, Jumat (17/5/2019).

"Saya masih tidak melihat ada rasa kemanusiaan. Saya masih tidak mengerti dengan ini," katanya dalam kesaksian yang emosional untuk meminta kebebasan pers internasional dan pelaporan terhadap hak asasi manusia.

Baca juga: Putra Khashoggi Bantah Adanya Penyelesaian dengan Pemerintah Saudi

Cengiz merupakan orang terakhir yang melihat Khashoggi, seorang penduduk AS dan kolumnis untuk Washington Post, sebelum akhirnya ia pergi ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober guna mendapatkan dokumen untuk pernikahan mereka medatang.

"Ia tidak pernah keluar dari bangunan itu," jelas Cengiz.

Khashoggi, pengkritik kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tewas dan dimutilasi di dalam Konsulat oleh tim 'operasi nakal' Saudi.

"Kami masih belum tahu mengapa ia dibunuh, kami tidak tahu di mana jasadnya," kata Cengiz. Ia juga menyerukan sanksi untuk menghukum Arab Saudi dan Washington untuk mendorong kebebasan tahanan politik yang dilakukan oleh Kerajaan.

CIA telah menyimpulkan bahwa pihak tertinggi Kerajaan bertanggungjawab untuk kematian Khashoggi. Namun, Riyadh menyangkal Pangeran Mahkota terlibat.

Baca juga: Arab Saudi Berikan Rumah Mewah untuk Anak Jamal Khashoggi

Cengiz mengatakan, ia datang ke Washington dengan harapan untuk dukungan yang lebih kuat terhadap kematian tunangannya. Ia mengatakan, Presiden Donald Trump mengundangnya ke Gedung Putih pada bulan sebelumnya, namun ia tidak datang karena tidak yakin dengan respon Presiden Amerika Serikat itu.

"Saya pikir kita memilih dua hal, kita bisa melanjutkan hidup ini dengan berpikir tidak ada yang terjadi atau kita memilih untuk bertindak dengan mengsampingkan semua kepentingan, baik internasional maupun politik dan berfokus pada nilai-nilai untuk kehidupan yang lebih baik," jelas Cengiz.

Dalam kasus Khashoggi, Trump telah menentang konsekuensi yang kuat seperti sanksi untuk Arab Saudi, yang justru dianggap sebagai mitra penting di Timur Tengah dan sekutu untuk melawan Iran.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More