
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menargetkan pengiriman Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi dapat dimulai pada minggu pertama bulan Ramadhan.
Pengiriman ini ditujukan agar kebutuhan beras bagi jamaah haji Indonesia dapat terpenuhi sebelum musim haji dimulai.
"Kami upayakan minggu awal Ramadhan sudah mulai kami kirim dengan harapan sebelum musim haji sudah sampai," ungkap Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dalam keterangannya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu.
Kebutuhan Beras Capai 2.280 Ton untuk 205 Ribu Jamaah
Total kebutuhan beras untuk konsumsi jamaah reguler dan petugas haji yang berjumlah 205.420 orang diperkirakan mencapai 2.280 ton.
Jumlah tersebut dihitung berdasarkan frekuensi konsumsi makan jamaah, yaitu 78 kali makan di Makkah, 27 kali makan di Madinah, dan 6 kali makan di wilayah Armuzna.
Selama ini, dapur penyedia layanan makanan di Arab Saudi menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram, atau setara Rp16.824 per kilogram.
Melalui program Beras Haji Nusantara, pemerintah menargetkan harga beras bisa ditekan menjadi sekitar Rp16.000 per kilogram saat sampai di dapur penyedia layanan di Arab Saudi.
Program ini diharapkan mendukung efisiensi biaya sekaligus menciptakan standardisasi menu makanan jamaah haji Indonesia.
Dalam setiap porsi makanan, komposisi menu yang disiapkan terdiri dari nasi seberat 170 gram, lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.
Pemerintah Jamin Kelancaran Ekspor Beras
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, memastikan bahwa proses ekspor beras ke Arab Saudi akan berjalan sesuai rencana.
"Kaitan dengan ekspor beras haji nanti, setelah ada risalah dari rapat pada hari ini, maka Badan Pangan Nasional akan menyiapkan surat penugasan kepada Bulog untuk melakukan ekspor beras haji tersebut," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa ekspor beras akan menggunakan stok dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) milik Perum Bulog yang saat ini dalam kondisi melimpah.
"Hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jamaah haji besok 200 ribu lebih orang, berasnya harus dari kita," ia menegaskan.
Ia juga menambahkan bahwa jamaah lebih menyukai beras Indonesia karena teksturnya yang pulen.
"Kita dukung prosesnya. Jamaah lebih suka beras kita, kan pulen. Jadi kita tadi semua mendukung penuh dan memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi," ungkapnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








