Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

3 Anak Buah Ali Kalora Tewas Berkat Info Akurat yang Diterima Polisi

3 Anak Buah Ali Kalora Tewas Berkat Info Akurat yang Diterima Polisi Ilustrasi baku tembak (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Tiga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) jaringan Ali Kalora tewas usai terlibat kontak senjata dengan Satgas Tinombala di Dusun Air Teh, Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 21 Maret 2019.

Ketiga teroris kelompok MIT itu diketahui bernama Al Haji Kaliki alias Ibrohim, Jaka Ramadhan alias Ikrima, dan Andi Muhammad alias Andi Abdullah alias Fadel. Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tiga aggota kelompok MIT itu merupakan kelompok kedua yang dipimpin oleh Qatar alias Farel yang sebelum baku tembak terjadi berjumlah enam orang.

"Dari hasil kontak tembak tersebut yang berhasil dilumpuhkan Satgas Tinombala, tiga orang meninggal dunia," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Polisi: Cairan Kimia yang Diminum Khodijah, Pembersih Lantai

Kontak tembak itu terjadi setelah tim Satgas melakukan pengejaran usai mendapat infomasi kelompok itu memutuskan turun gunung ke pemukiman warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 

"Kelompok yang dipimpin oleh Farel ini turun ke desa tadi yang saya sebutkan, kita dapat informasi pada tanggal 14 Maret kemudian terus dilakukan penjajakan dan pengejaran," papar Dedi.

Baca juga: Selandia Baru Larang Senjata Api Semi-Otomatis Usai Teror Christchurch

Dengan tewasnya tiga orang teroris jaringan MIT, lanjut Dedi, saat ini Satgas Tinombala berhasil melumpuhkan 5 anggota kelompok itu yang satu di antaranya ditangkap dalam keadaan hidup.

"Oleh karenanya saat ini dari Satgas Tinombala dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu berhasil melumpuhkan 4 orang dalam keadaan meninggal dunia dan 1 ditangkap dalam keadaan hidup," tandas Dedi.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: