Forgot Password Register

34 Juta Warga Amerika Serikat Ikuti Pemilu Lebih Awal

34 Juta Warga Amerika Serikat Ikuti Pemilu Lebih Awal Desteny Martinez (18) untuk pertama kalinya memberikan suara dalam pemilihan US Kongres dan Gubernur ujian tengah semester di Norwalk. (Foto: Reuters/Lucy Nicholson)

Pantau.com - Amerika Serikat menggelar pemilihan umum paruh waktu lebih awal pada Senin (5 November 2018). Dalam pemilu paruh waktu tersebut, pemilih akan menentukan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat AS dan lebih dari sepertiga kursi Senat.

Sedikitnya 34 juta warga Amerika Serikat telah memberikan suara mereka dalam pemilihan umum paruh waktu yang diadakan lebih awal pada Senin.

Pemungutan suara lebih awal dimaksudkan untuk memudahkan para pemilih dalam memberikan suara, namun beberapa politikus justru mengklaim hal itu sebagai kecurangan.

Proyek Pemilu University of Florida telah melacak perolehan suara sementara dari setiap negara bagian kemudian membandingkannya dengan jumlah suara di pemilu sebelumnya.

Baca juga: Meksiko Tangkap Dua Migran Karavan, Berhubungan dengan Pemilu AS?

Seperti dilansir Anadolu, Selasa (6/11/2018), University of Florida menyebutkan 42 persen pemilih memberikan suara untuk Partai Demokrat sementara 36 persen suara ke Partai Republik.

Mantan Presiden AS Barack Obama mendorong pemungutan suara lebih awal selama kampanye tahun 2008. Pada 2012, ia menjadi presiden pertama yang memberikan suara lebih awal.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan kepada orang-orang yang berniat curang dalam pemilu tersebut.

"Penegak hukum telah diminta untuk mengawasi kecurangan yang mungkin terjadi selama pemilu lebih awal pada Selasa (6/11/2018). Siapapun yang kedapatan curang akan dikenai Hukuman Pidana Maksimum. Terima kasih!" cuit Trump di akun Twitternya pada Senin (6/11/2018).

Baca juga: Twitter Hapus Ribuan Akun Palsu Terkait Pemilu AS 6 November Mendatang

Share :
Komentar :

Terkait

Read More