Pantau Flash
Sesmenpora: Tidak Mungkin Indonesia Juara Umum Sea Games
Parah! Oknum Satpol PP Bobol Bank DKI Sejak Mei dengan Kerugian Rp32 Miliar
Indonesia Alami 3271 Kali Bencana Alam Selama Tahun 2019
Gali Septic Tank, Buruh Bangunan di Papua Temukan Ratusan Amunisi Artileri
Catat! Ada Denda Rp300 Ribu Jika Anda ‘Ngasal’ Kendarai GrabWheels

4 Fakta Ikan King Kobia yang Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi

4 Fakta Ikan King Kobia yang Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi Ikan Kobia. (Foto: IST)

Pantau.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memperkenalkan varietas baru yakni ikan kobia, yaitu ikan King Kobia. Pengembangan varietas budidaya ini diluncurkan pada Rabu 6 November 2019 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Dalam acara itu, Menteri Edhy menyampaikan apresiasinya atas upaya Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPPL) Lampung dan para pihak terkait buat membudidayakan ikan kobia sebagai komoditas bernilai ekonomis.

Untuk diketahui, ikan King Kobia kabarnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Evalawati mengungkapkan varietas King Kobia bisa memberi keuntungan lebih dari 50 persen.

Baca juga: Begini Strategi Menteri Edhy Prabowo Hentikan Garam Impor

Terlebih jenis ikan ini disebut sebagai komoditas perikanan yang sedang populer. Dimana tekstur daging ikan ini diklaim tidak kalah lembut dengan tekstur ikan salmon.

Pantau.com merangkum 4 Fakta tentang Segi Ekonomis Ikan Kobia:
1. Ikan Kobia bisa tumbuh 3 Kali Lebih Cepat dari Salmon

Ikan Kobia. (Foto: IST)

Kobia atau disebut sebagai salmon hitam, memiliki keunggulan. Ikan kobia diklasifikasi secara ilmiah dengan nama Rachycentron canadum. Ikan ini dijuluki juga sebagai salmon hitam.

Ikan ini disukai, karena memiliki rasa yang enak dan tekstur yang lembut. Apalagi ikan ini bisa dimasak dengan berbagai cara, baik dipanggang maupun dimakan mentah sebagai menu sushi atau sashimi.

Dibandingkan dengan salmon, kobia lebih munguntungkan sebagai ikan budidaya. Sebab, ikan yang hidup di perairan beriklim hangat hingga tropis ini memiliki pertumbuhan tiga kali lebih capat dari ikan salmon.

2. Ikan Kobia Memiliki Banyak Nutrisi

Kobia memiliki berat mencapai hingga 70 kilogram. Dari segi ukuran, kobia lebih besar dari ikan salmon. Kobia sendiri dapat bertumbuh hingga 2 meter panjangnya dengan berat 70 kilogram.

Sementara ikan salmon memiliki ukuran maksimum 150 sentimeter dengan berat 60 kilogram. Lantas jika dari segi nutrisi, cukup banyak kandungan yang terdapat pada ikan kobia. Berikut nutrisi yang terdapat di dalam ikan kobia:

Kalori: 87
Lemak: 6
Total lemak: 0,64 gram
Lemak jenus: 0,12 gram
Kolesterol: 40 miligram
Sodium: 135 miligram
Protein: 19 gram

Kendati belum diketahui secara pasti banyaknya, ikan kobia diklaim memiliki kandungan omega 3. Artinya ikan ini baik buat dikonsumsi.
3. China Negara Terbesar yang Membudidayakan Ikan Kobia

Budidaya ikan kobia. (Foto: Twitter)

China salah satu negara yang membudidayakan kobia secara besar-besaran. Permintaan (demand) terhadap ikan kobia yang bagus di pasaran bikin banyak negara berlomba-lomba membudidayakan ikan ini.

Tercatat, produksi kobia di China pada 2018 hampir mendekati angka 40 ribu ton. Sementara pada 2015, produksi kobia di China menyentuh angka 36.867 ton.

Kalau menggunakan data tahun 2015 dari Tridge, berikut ini adalah negara-negara yang budidayakan ikan kobia dan jumlah produksinya.


Data negara pembudidaya ikan kobia. (Foto: Tridge)

Indonesia sejauh ini baru bisa memproduksi ikan King Kobia sebanyak 20 ton per bulan. Artinya dalam setahun produksinya mencapai 240 ton.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Izin Penangkapan Kedaluwarsa Rugikan Negara

4. Pengimpor Ikan Kobia adalah Jepang

Data negara pengimpor ikan Kobia. (Foto: Tridge)

Kobia memiliki nilai ekonomis tinggi, tidak salah Jepang menjadi salah satu negara pengimpor ikan ini. Sebagai negara dengan konsumsi ikan yang terbilang tinggi, Jepang menjadi negara yang tercatat paling tinggi dalam impor kobia.

Tercatat pada 2015, Jepang tercatat mengimpor kobia sebanyak 89.330 ton. Nilai impor ikan ini oleh Jepang diperkirakan mencapai US$ 331,85 juta.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: