Pantau Flash
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open
Jepang Sepakat dengan Korea Selatan Soal Arbitrase WTO

4 Tahun Perang Yaman, 10 Juta Orang Terancam Kelaparan

4 Tahun Perang Yaman, 10 Juta Orang Terancam Kelaparan Anak laki-laki bermain sepak bola di sebuah kamp pengungsi dekat Abs Provinsi Barat laut Hajja, Yaman. (Foto: Reuters/Khaled Abdullah)

Pantau.com - Negara donor telah menjanjikan USD2,6 miliar untuk segera menyediakan dukungan yang diperlukan oleh jutaan warga Yaman yang menghadapi bencana kemanusiaan yang sangat besar.

Sebanyak 10 juta orang Yaman menghadapi ancaman kelaparan setelah hampir empat tahun negara mereka dilanda perang brutal, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (26 Februari 2019).

Ketika berbicara di sisi konferensi janji negara donor di Jenewa, Guterres menyambut baik kebaikan negara anggota, yang menjanjikan 30 persen lebih banyak daripada selama konferensi tahun lalu untuk menaikkan dana penyelamat nyawa untuk Yaman, demikian laporan jejaring PBB.

Pemimpin PBB tersebut juga mengumumkan, Program Pangan Dunia (WFP) sudah bisa menjangkau apa yang dinamakan toko makanan Red Sea Mills di Kota Pelabuhan Al-Hudaydah, demikian laporan Kantor Berita Iran.

Baca juga: UNICEF: Jutaan Anak Tinggal di 31 Zona Konflik Aktif di Yaman

Di kota itu, lebih dari 50.000 juta ton gandum, yang cukup untuk memberi makan 3,7 juta orang selama satu bulan, telah terperangkap selama berbulan-bulan, akibat pertempuran antara pasukan koalisi dan gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang menguasai pelabuhan dan kota tersebut.

Lembaga bantuan pangan darurat tersebut mengkonfirmasi keterangan itu, tapi belum mengumumkan apakah simpanannya layak dimakan, setelah berbulan-bulan lembaga bantuan tak memiliki akses ke makanan tersebut.

"Negara donor telah menjanjikan 30 persen lebih banyak daripada yang disampaikan tahun lalu untuk membantu menangani situasi kemanusiaan yang sangat parah di Yaman," kata Sekretaris Jenderal PBB itu.

"Dari USD2 miliar yang disampaikan dalam konferensi janji pada 2018, jadi USD2,6 miliar dalam konferensi janji 2019," tambahnya.

Hampir empat tahun sejak pertempuran meningkat di Yaman, warga sipil terus menjadi pihak yang paling menderita.

Baca juga: Senat AS Putuskan Akhiri Dukungan Koalisi Saudi dalam Perang Yaman

"Puluhan ribu orang telah tewas atau cedera sejak konflik meningkat, banyak di antara mereka warga sipil. Banyak orang lagi telah menemui ajal akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, kondisi itu diperparah oleh gizi buruk," kata Guterres. 

Ia menyatakan sebanyak 20 juta orang tak bisa memberi makan diri mereka atau keluarga mereka secara layak. Hampir 10 juta orang hanya satu langkah lagi dari kelaparan.

Saat menyoroti dampak konflik tersebut pada orang yang paling muda, Guterres menyatakan, anak-anak tidak memulai perang di Yaman, tapi mereka membayar harga yang paling mahal.

Sebanyak 360.000 anak menderita gizi buruk sangat akut. Mereka meregang nyawa setiap hari. Satu laporan yang bisa dipercaya menyatakan jumlah anak yang berusia di bawah lima tahun yang telah meninggal akibat kelaparan mencapai lebih dari 80.000.


Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional