Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

5 Kontrak Paling Buruk dalam Sejarah Olahraga

5 Kontrak Paling Buruk dalam Sejarah Olahraga Ilustrasi kesepakatan. (Foto: devstudiox)

Pantau.com - Berbicara mengenai kontrak dalam olahraga bukan sesuatu yang mudah bagi setiap klub ataupun pemain. Sebab, ini tidak lepas dari beberapa pertanyaan besar seperti pendapatan atau masa lalu.

Anda mencoba memproyeksikan kerja sama dengan seorang atlet yang berusia 30 tahun. Tentu bermain di sebuah kompetisi liga dengan batasan gaji, segala sesuatunya menjadi lebih sulit jika melampaui anggaran yang ada.

Tak peduli seberapa banyak tim, karena ada beberapa kesalahan mengerikan yang dilakukan selama bertahun-tahun. Dilansir dari Sportsbreak, ini menjadi kontrak paling mengerikan yang pernah terjadi dalam dunia olahraga.

Pantau.com merangkum 5 daftar kontrak terburuk yang paling disesalkan dalam daftar sejarah olahraga, ada siapa saja?

1.Mike Conley, Memphis Grizzlies

Mick Conley. (Foto: USA Today)

Point guard verteran, Mike Conley dikenal sebagai pebasket yang sangat baik ketika bermain untuk tim yang bagus, tapi sayang ia belum mampu jadi pemain hebat di Memphis. Mike menjadi salah satu penembak jitu (37,5 persen) selama berkarir.

Tapi diketahui bahwa Conley memiliki masalah dalam penandatanganan kontrak NBA terbesar pada 2016 dengan total sebsar 152 juta Dollar AS.

Mungkin kalian akan berpikir jika angka itu hanya akan bisa diperuntukkan bagi bintang-bintang besar seperti James Harden dan Stephen Curry. Meski begitu semuanya tak berjalan sesuai rencana, karena cedera sedang menghantui dari 2017-2018, Conley hanya memiliki waktu kontrak dengan catatan 12 pertandingan.

Conley belum bisa menunjukkan kapasitasnya. Ia baru berhasil bangkit lagi pada tahun 2018-2019, dimana dirinya sukses membuat poin tertinggi dalam karir dan sebuah rebound.

Baca juga: 5 Kisah Horor Seorang Pesepakbola Profesional, Nomor 3 Paling Sadis

2. Steven Gerrard, L.A. Galaxy


Gerrard ketika membela LA Galaxy. (Foto: Daily Express)

Nama Steven Gerrard masih menjadi sosok legendaris di Liverpool. Betapa tidak, ia sudah menghabiskan hampir seluruh karirnya bermain untuk tim berjuluk The Reds tersebut. Namun ia mulai melambat saat sudah mendekati usia 30-an seperti yang dilalui oleh sebagian pemain lainnya.  

Gerrard akan selalu menjadi idola bagi pencinta Liverpool, dari kakinya mampu membawa Liverpool menuju kemenangan pada Piala FA tahun 2001 dan 2006, dan kemenangan Liga Champions yang terkenal pada tahun 2006, sayangnya ia tak pernah meraih gelar juara Premier League.

Selain di klub, ia juga memiliki karir yang panjang di lini tengah Tim Nasional Inggris, meskipun mereka gagal memenangkan Piala Dunia atau Piala Eropa.

Pada 2015, Gerrard meninggalkan Liverpool dan mengikuti jejak rekannya dari Inggris, David Beckham dengan berlabuh ke LA. Galaxy dengan kontrak selama 18 bulan. Dikabarkan ia menerima 9 juta dollar AS.

Di musim itu, Galaxy menjalani playoff dua kali, tetapi gagal kembali ke Piala MLS. Gerrard disebut sering tidak efektif di lapangan, bahkan dia hanya mencetak lima gol dalam 34 penampilan untuk klub yang berada pantai barat negeri Paman Sam.

Tak menunggu lama, Gerrard akhirnya memutuskan untuk pensiun pada masa akhir kontraknya, ia mengatakan bahwa perjalanan jauh, perubahan ketinggian, dan beragam cuaca di seluruh Amerika Utara membuatnya sulit untuk beradaptasi dengan liga.

3. Frank Lampard, New York City FC

Frank Lampard. (Foto: Yahoo finance)

Frank Lampard di MLS adalah sosok yang tidak berbeda jauh dengan kompatriotnya, Steven Gerrard. mereka tiba pada saat yang sama, pergi pada saat yang sama.
Memang keduanya hebat di Inggris, dan menghabiskan bertahun-tahun yang mengesankan dengan membela klub masing-masing. Setidaknya Lampard pernah memenangkan gelar juara Premier League dengan Chelsea.

Lampard benar-benar mencetak banyak gol untuk New York City, dimana ia bisa mencetak 15 gol dari 31 penampilannya. Tapi masalah sebenarnya Lampard di MLS, terjadi karena ada dua faktor, yaitu usia dan kesehatannya.

Pemain berposisi sebagai gelandang itu sudah berusia 36 tahun itu saat membela New York City FC. Masalah cedera bisa saja datang menyusulnya.

Pukulan telak bagi Lampard di New York City FC adalah ketika timnya dihancurkan Toronto FC dengan skor 7-0 secara agregat di playoff 2016 MLS. Lampard yang bermain tak memberikan dampak apapun, dan ini menjadi laga profesional terakhirnya di sepakbola.

Baca juga: Miliki Pekerjaan Tak Mudah, Ini Deretan 5 Agen Pesepakbola Terbaik Dunia 

Batum. (Foto: Chris Elise)

Nicolas Batum merupakan atlet yang berpenghasilan rendah di NBA. Namun kejadian lucu dan aneh terjadi ketika membuat kesepakatan konyol, di mana ia dikontrak dengan harga 120 juta dolar AS selama lima tahun bersama Charlotte Hornets pada 2016.

Batum merupakan point guard yang sangat baik dan penembak tiga angka yang bagus, dari sudut pandang statistik, ia bernilai 24 juta dolar AS dengan rata-rata per tahun. Hal itu bisa terjadi kalau tidak karena ada pemain seperti Kyrie Irving, Kawhi Leonard, dan Jimmy Butler karena membuat catatan lebih sedikit.

Batum adalah bagian yang baik dari tim yang biasa-biasa saja dengan melewati playoff hanya sekali dalam empat tahun bersama Miami Heat di babak pertama musim 2015-2016. Bahkan ia tidak pernah memimpin liga dalam satu kategori statistik dan tidak pernah menjadi All-Star, namun bisa dibayar dengan 120 juta dolar AS.

5. Jay Cutler, Chicago Bears (NFL)

Jay Cutler begitu fenomenal soal pendapatannya. (Foto: Sportcasting)

Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Chicago Bears pada awal 2014. Mereka memiliki episode fantastis ketika menandatangani quarterback Jay Cutler dengan kontrak tujuh tahun, sebesar 126 juta dolar AS.

Dalam hal semua kontrak nilai total yang ditandatangani oleh quarterback pada saat itu adalah yang terbesar keempat. Semua uang itu, untuk pria bermuka masam yang melemparkan lebih dari 4.000 yard dalam sekali, pada tahun Pro Bowl-nya dengan Denver pada 2008.

Angka karirnya kurang menginspirasi. Dia telah melemparkan 227 umpan touchdown, 160 intersep, 48 di antaranya dalam 49 pertandingan yang dia mainkan sejak memasukkan John Hancock pada kontrak yang keterlaluan itu.

Selain itu di Pro Bowl, satu-satunya kategori yang Cutler lakukan yakni intersep (dua kali) dan lemparan (52 pada 2010). Tidak heran Bears memilih keluar dari kesepakatan awal di 2017. Klub asal Chicago itu menjual Cutler ke Miami Dolphin seharga 2 juta dollar AS. Bersama Dolphins, menerima pendapatan lebih sedikit membuatnya sama saja tak ada permainan yang begitu signifikan.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait: