Pantau Flash
Varietas Anggur Baru Kementan Diberi Nama Jan Ethes SP1
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa

5 Rekan Satu Tim yang Gak Pernah Akur, Alasannya Ada yang Konyol

5 Rekan Satu Tim yang Gak Pernah Akur, Alasannya Ada yang Konyol Vidal dan Alexis Sanchez tak pernah kompak meski bermain untuk Timnas Chile. (Foto: Daily Star)

Pantau.com - Dalam sebuah tim sepakbola identik dengan kekompakan dan kesatuan untuk menciptakan permainan yang apik guna meraih kemenangan. Namun, ada beberapa elemen yang berbeda seperti karakter tiap pemain.

Kekompakan di atas rumput hijau kerap hanya ‘topeng’ alias sekadar profesional dalam bermain demi kepentingan tim. Tak semua tim memiliki pemain yang akur satu sama lain. Ada saja yang saling bertengkar, meski itu merupakan hal sepele.

Daftar Pemain Sepakbola yang Tak Akur Dengan Rekan Satu Tim

Pantau.com merangkum daftar rekan setim yang nggak pernah akur, alasannya ada yang konyol banget.

1. Ronaldo-Bale

Reaksi kecewa Ronaldo. (Foto: The Telegraph)

Kedua pemain ini sama-sama jadi aktor penting Real Madrid ketika meraih La Decima pada musim 2013/2014, musim saat Bale datang dari Tottenham Hotspur. Namun dari situ api kecil percikan perselisihan keduanya muncul.

Hubungan keduanya memanas, Ronaldo dan Bale terlihat jarang merayakan gol ketika salah satu di antara mereka mencetak gol. Ronaldo kerap kesal hingga emosi ketika Bale lebih banyak menendang bola secara langsung, ketimbang memberikan umpan. Hal itu belum ditambah isu yang beredar bahwa Madrid membayar Bale lebih mahal ketimbang Ronaldo.

Perselisihan dan persaingan mereka bisa dilihat banyak orang. Namun, fakta itu tak menutup kegemilangan kedua pemain itu saat tampil bertanding, hanya ego yang memisahkan keduanya dari kata persahabatan.

2. Bowyer-Dyer

Bowyer dan Dyer berkelahi di atas lapangan hijau. (Foto: Planet Football)

Pecinta sepakbola Premier League, takkan pernah melupakan permusuhan sengit duo pemain Newcastle United di masa lalu, yakni Kieran Dyer dan Lee Bowyer.

Bukti permusuhan mereka bukan isapan jempol belaka, The Magpies kalah 0-3 dari Aston Villa. Keduanya berkelahi di lapangan, hingga diusir wasit karena menyalahkan satu sama lain. Tentunya ini kejadian yang memalukan, dan konyol tentunya.

Baca juga: 10 Pesepakbola Mirip Tokoh Kartun, Ada yang Karakternya Mirip Banget

3. Lehmann-Almunia

Almunia dan Lehmann tak memiliki hubungan baik. (Foto: Goal)

Persaingan kerap memicu retaknya sebuah hubungan. Itu yang terjadi dengan kiper Arsenal, Manuel Almunia dan Jens Lehmann. 

Ya, awal keributan itu guna memperebutkan posisi utama di bawah mistar gawang mengorbankan pertemanan mereka. Lehmann kesal dengan posisinya yang direbut Almunia, padahal ia sendiri akan memasuki usia 40 tahun kala itu.

4. Matthaus-Effenberg

Matthaus dan Effenberg. (Foto: Onetz)

Dua legenda Jerman yang sukses bersama negara dan juga Bayern Munchen ini memiliki perselisihan. Lothar Matthaus dan Stefan Effenberg memang membenci satu sama lain.

Ego besar menjadi penyebab permusuhan keduanya. Matthaus menyebut Effenberg mulut besar, dan Matthaus juga kerap bermusuhan dengan pemain lainnya. Permusuhan keduanya menutupi kerjasama dan kegemilangan mereka saat tampil dalam sebuah laga.

5. Sanchez-Vidal

Vidal dan Sanchez. (Foto: Daily Star)

Tidak adanya hubungan persahabatan Alexis Sanchez dan Arturo Vidal di Timnas Chile, hanya profesionalisme yang menyatukan mereka. Vidal iri dengan publikasi yang banyak diterima Sanchez, dan kemudian mencari perkara melampiaskan segalanya saat Bayern Munchen menang 5-1 dari Arsenal di Champions League. Dan ya, ini merupakan alasan paling konyol karena ada rasa iri.

“Hahaha, apa yang orang sedikit bicarakan mengenai sepakbola di Chili ketika King Arturo menang!” tulis Vidal di akun Instagram resminya.

“Dalam hidup Anda menang dan kalah, dan selanjutnya. Tapi hidup berlangsung dan Anda melakukan yang terbaik. Tapi orang yang positif yang jatuh lalu bangkit, melupakannya, membenahinya dan senyum dalam hidup kemudian berkata ‘saatnya beraksi lagi’,” balas Sanchez menanggapi ucapan Vidal.

Perselisihan keduanya dipertegas oleh media La Tercera yang mengutip dari ucapan teman keduanya, yang namanya dirahasiakan.

“Mereka iri satu sama lain atas apa yang mereka masing-masing raih dan itu wajar dalam sepakbola. Sepertinya mereka memiliki segalanya, tapi mereka selalu ingin menang lebih ketimbang rekannya. Mereka bersaing untuk memiliki siapa pemilik mobil terbaik, momen, bahkan soal wanita,” tutur narasumber itu.

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZS
Category
Olahraga

Berita Terkait: