Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

9 Bulan Berjaya, Bitcoin Anjlok 20 Persen ke Angka 6.300 Dolar AS

9 Bulan Berjaya, Bitcoin Anjlok 20 Persen ke Angka 6.300 Dolar AS Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Harga bitcoin merosot hampir 20 persen pada hari Jumat (17/5/2019), sebuah langkah tiba-tiba setelah pemulihan kuat dalam mata uang kripto dalam beberapa pekan terakhir yang membawanya ke level tertinggi selama 10 bulan.

Bitcoin jatuh ke posisi $ 6.178 (Rp89 juta lebih) di pertukaran Bitstamp, turun 21,6 persen dari penutupan sebelumnya dan terakhir turun 7,8 persen pada $ 7.266.

Baca juga: Bitcoin Capai Posisi Tertinggi Selama 9 Bulan di Atas 7.000 Dolar AS

Padahal sebelumnya, Bitcoin melayang di atas 7.000 dolar AS pada perdagangan Senin (14 Mei 2019), mendekati level tertinggi sembilan bulan, ketika reli mata uang kripto (cryptocurrency) 2019 meningkat dengan kuat.

Bitcoin terakhir naik 1,1 persen pada 7.056 dolar AS di bursa Bitstamp setelah melonjak 14 persen pada perdagangan Sabtu (11/5/2019) - lompatan harian terbesar kedua tahun ini - ke level tertinggi sejak awal Agustus. Analis dan pedagang mengatakan langkah besar selama akhir pekan tampaknya bukan akibat dari faktor berita langsung.

Baca juga: Rumania Tetapkan Denda Mahal untuk Pengemudi Taksi Online

David Thomas, pialang mata uang kripto yang berbasis di London, GlobalBlock, mengatakan tertembusnya tingkat dukungan penting atau 6.000 dolar AS minggu lalu telah memicu minat di kalangan investor.

Pelaku pasar lain mengatakan persepsi ketahanan bitcoin setelah pencurian 40 juta dolar AS minggu lalu dari bursa utama Binance mendukung sentimen. Pasar mata uang kripto sebelumnya jatuh setelah pelanggaran keamanan tingkat tinggi.


Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: