Forgot Password Register

Ada Serangan Bom, Rusia Tak Larang Warganya Pergi ke Surabaya

Personel penjinak bom (Jibom) bersiap melakukan identifikasi di lokasi ledakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) Personel penjinak bom (Jibom) bersiap melakukan identifikasi di lokasi ledakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Surabaya, meskipun telah terjadi serangan bom di tiga gereja di kota tersebut.

"Kami mengikuti berita (tentang serangan bom di Surabaya). Mengenai travel ban, tidak ada travel ban apapun ke Surabaya khususnya atau Indonesia umumnya sementara ini," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Baca juga: Libatkan Anak-anak, Jokowi Sebut Aksi Bom Surabaya Biadab

Menurut Dubes Rusia, pemerintah Rusia sebelumnya juga tidak pernah membuat larangan perjalanan ketika ada serangan teroris di Jakarta pada 2016 atau erupsi gunung Agung di Bali pada 2017.

"Jadi sekarang kami monitor situasi saja," ujar dia.

Baca juga: Ketua DPR Ajak Masyarakat Jihad Melawan Terorisme

Namun, Dubes Vorobyeva juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus memantau dan mengikuti perkembangan situasi di Surabaya dan menunggu daftar korban yang dirilis untuk memastikan tidak ada warga Rusia yang menjadi korban dalam peristiwa serangan bom di tiga gereja di Surabaya.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan dari perkembangan sementara ada 11 orang yang tewas dan 41 orang luka-luka akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More