
Pantau - Rusia menyebut serangan rudal yang dilancarkan Ukraina terhadap kota Bryansk sebagai kejahatan perang dan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional setelah serangan tersebut menimbulkan korban jiwa serta luka-luka di kalangan warga sipil.
Pemerintah Rusia melaporkan serangan udara yang dilancarkan angkatan bersenjata Ukraina terhadap wilayah Bryansk menyebabkan sejumlah korban.
Utusan khusus Kementerian Luar Negeri Rusia Rodion Miroshnik mengatakan pasukan Ukraina melancarkan serangan rudal yang menyasar fasilitas sipil di wilayah tersebut.
“Pasukan rezim Kiev melakukan kejahatan perang dengan meluncurkan serangan rudal ke fasilitas sipil di Bryansk. Lebih dari 40 warga sipil terluka,” tulis Miroshnik.
Ia menambahkan serangan berskala besar seperti itu dinilai tidak mungkin terjadi tanpa perintah langsung dari pimpinan politik dan militer Ukraina.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap norma dan prinsip hukum humaniter internasional yang mengatur perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.
“Tragedi di Bryansk hanya dapat diklasifikasikan sebagai pelanggaran serius terhadap norma hukum humaniter internasional,” ujarnya.
Gubernur Bryansk Alexander Bogomaz menyampaikan bahwa serangan tersebut menyebabkan enam orang meninggal dunia.
Selain korban tewas, sebanyak 37 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Miroshnik juga menuding pemerintah Ukraina melakukan serangan tersebut untuk menarik kembali perhatian negara-negara Eropa yang selama ini memberikan dukungan kepada Kiev.
Menurutnya, perhatian negara-negara Eropa saat ini lebih banyak tertuju pada perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia menilai tindakan tersebut bertujuan memperoleh kembali dukungan politik dari sekutu-sekutu Ukraina di Eropa.
- Penulis :
- Aditya Yohan








