Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bahas Ketegangan Timur Tengah dalam Pembicaraan Telepon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bahas Ketegangan Timur Tengah dalam Pembicaraan Telepon
Foto: (Sumber : Asap tebal mengepul dari gedung-gedung setelah serangan udara di Teheran, Iran, pada 10 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati.)

Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa 10 Maret 2026 untuk membahas perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang tengah mengalami ketegangan.

Informasi mengenai pembicaraan tersebut disampaikan oleh Kremlin melalui pernyataan resmi yang dirilis kepada publik.

Dalam pembicaraan tersebut kedua pemimpin melanjutkan pertukaran pandangan mengenai perkembangan regional yang berkaitan dengan agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Rusia Tegaskan Dukungan Deeskalasi Konflik

Presiden Vladimir Putin menegaskan kembali sikap Rusia yang secara prinsip mendukung upaya deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Rusia konflik yang sedang berlangsung perlu segera diredakan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap stabilitas kawasan.

Putin juga menekankan bahwa penyelesaian konflik seharusnya ditempuh melalui jalur politik serta diplomasi.

Ia menyampaikan bahwa pendekatan politik merupakan cara paling tepat untuk meredakan ketegangan yang terjadi.

"Penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur politik dan diplomasi," ungkapnya.

Iran Sampaikan Apresiasi atas Dukungan Rusia

Dalam kesempatan tersebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Rusia atas dukungan yang diberikan kepada negaranya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang telah diberikan Rusia kepada Iran.

Ucapan tersebut menunjukkan adanya hubungan kerja sama serta komunikasi yang terus berlangsung antara kedua negara di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Sebelumnya kedua pemimpin juga telah melakukan pembicaraan melalui telepon pada 6 Maret 2026.

Komunikasi yang berulang tersebut menunjukkan bahwa Rusia dan Iran terus melakukan koordinasi terkait perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik yang dilakukan untuk merespons dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf