Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

Adu Gengsi Program Capres: Single Identity Number vs Multi Kartu

Headline
Adu Gengsi Program Capres: Single Identity Number vs Multi Kartu Jokowi dan Sandiaga Uno (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah/Amin)

Pantau.com - Kubu Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memilih mencanangkan integrasi Single Identity Number dengan menggunakan e-KTP dalam program-program kepada masyarakat.

Berbeda dengan kubu Jokowi-Ma'ruf yang masih mencanangkan program multi kartu untuk program-program yang ditawarkan. Terkait hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Tsamara Amany menilai kartu-kartu ini dinilai menjadi ciri khas program Jokowi. 

"Saya kira memang saat ini program yang kita tawarkan menjadi suatu kekhasan, bisa dibahas lagi," ujarnya saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Baca! Fakta Angka Kemiskinan Era Jokowi vs Susilo Bambang Yudhoyono

Lebih lanjut perempuan yang juga Calon Legislatif DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menilai, kartu-kartu ini juga menjadi media untuk menjelaskan program-program Jokowi. 

"Intinya kedepannya multi kartu ini upaya untuk memahamkan, masyarakat apa saja yang akan mereka dapatkan jika mendukung Jokowi lagi," terangnya. 

Sebab kata dia, dari beberapa program yang sudah berjalan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bansos lainnya sudah memberikan dampak signifikan. "Jadi kartu-kartu yang baru ini kegunaan berbeda-beda, lebih untuk memfasilitasi cakupan program-program yang ada," imbuhnya.

"Intinya ini subtansinya upaya memahamkan masyarakat aja mengenai (program) lewat kartu-kartunya," pungkasnya.

Baca juga: Kamu Salah Tebak! China Rupanya Masih Berstatus Negara Berkembang

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengandalkan keefektifan data untuk pengentasan kemiskinan. Juru Bicara BPN, Alexander Datuk mengatakan, salah satunya melalui program single Identity card atau integrasi e-KTP sebagai data tunggal.

Pihaknya menilai, single Identity akan lebih efektif memunculkan data perorangan. Baik untuk data kemiskinan, pengangguran hingga keefektifan penyaluran bantuan. 

"Single Identity, kependudukan, bukan hanya data dasar, tapi itu sangat dimungkinkan kita punya e-KTP kalau kita punya pendataan di mana pun berapa asal provinsi, kabupaten dan seterusnya kita bisa punya data," ujarnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi