Pantau Flash
Indonesia Masih Kalah dari Thailand dan Vietnam Soal Produksi Mobil Listrik
33 Orang Dieksekusi Cambuk di Aceh, Ada yang Dihukum 100 Kali karena Zina
Miliki Strategi Pengembangan SDM, Pupuk Indonesia Raih Penghargaan
Pencopotan Dirut Garuda Tak Pengaruhi Angkutan Natal dan Tahun Baru
Kalahkan Laos 4-0, Timnas U-22 Indonesia Lolos ke Semifinal

Alibi Greysia/Apriyani Tersingkir dari Denmark Open 2019

Alibi Greysia/Apriyani Tersingkir dari Denmark Open 2019 Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Tak bisa keluar dari tekanan menjadi alasan utama kekalahan pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dalam babak kedua Denmark Open 2019. Greysia/Apriyani harus tunduk ditangan Chang Ye-na/Kim Hye-rin (Korea Selatan) dengan skor 21-23, 16-21 di Odense Sportspark, Denmark, Kamis 17 Oktober 2019.

Pasangan andalan Indonesia ini mengaku bahwa memang mereka tak bisa keluar dari tekanan Chang/Kim hingga mereka kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan pasangan peringkat lima dunia ini terus melakukan kesalahan sehingga lawan bisa lebih unggul dan mampu memanfaatkan kesalahan tersebut.

Sebelumnya pasangan andalan Indonesia di sektor ganda putri ini sudah pernah bertemu satu kali dengan Chang/Kim. Pertemuan itu terjadi di Thailand Open 2019, saat itu Greysia/Apriyani juga menelan kekalahan, dengan skor 21-9, 21-23, 19-21.

"Kami melakukan banyak kesalahan, sementara Chang/Kim bermain sangat bagus. Saya dan Apriyani tak bisa mengeluarkan permainan terbaik kami," ujar Greysia seperti yang dikutip dari Badminton Indonesia, Jumat (18/10/2019).

Baca Juga: 5 Wakil Indonesia Siap Memperebutkan Tiket Semifinal Denmark Open 2019

Bahkan Greysia tidak menampik dirinya dan Apriyani perlu mengembalikan level kepercayaan diri mereka yang menurun. Mereka pun megaku akan melakukan evaluasi pada setiap individu karena itu juga menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk dirinya dan Apriyani Rahayu.

"Tahun ini kepercayaan diri kami berdua memang menurun. Perlu waktu untuk bisa kembali ke performa terbaik," tambahnya.

"PR kami banyak, baik secara individu maupun pasangan. Kami akan mencoba lebih baik dan mencapai hasil maksimal jelang Olimpiade Tokyo 2020," tegas Greysia

Baca Juga: Tak Ada Strategi Khusus Hadapi Jepang, Hendra/Ahsan: Harus Lebih Fokus

Bukan hanya Greysia Polii yang merasa bahwa kepercayaan diri mereka menurun, tapi pasangannya juga yakni Apriyani Rahayu pun merasakan hal serupa, yakni mereka tak mampu keluar dari tekanan. Sehingga Greysia/Apriyani harus menyerah dengan straight game langsung.

"Kami tidak bisa keluar dari tekanan Chang/Kim. Karena itulah kami tidak berpikir panjang dan sering mengulang kesalahan," tuntas Apriyani.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Olahraga

Berita Terkait: