Forgot Password Register

Analogi 'Kandang' Gerindra Soal Guru yang Dipecat Lantaran Dukung Ridwan Kamil

Analogi 'Kandang' Gerindra Soal Guru yang Dipecat Lantaran Dukung Ridwan Kamil Ilustrasi kotak suara. (Foto: Antara/Raisan al Farisi)

Pantau.com - Seorang Guru di Bekasi, Jawa Barat diberhentikan oleh pihak sekolah tempat dirinya mengajar karena alasan berbeda pilihan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat. Pemberitaan ini sebelumnya viral di media sosial dan mendapat beberapa tanggapan dari berbagai kalangan.

Diketahui, guru SD Robiatul Adawiyah warga Jati Asih Bekasi diberhentikan dari tempatnya mengajar karena berbeda pilihan dengan yayasan pengelola sekolah saat pencoblosan, Rabu (27 Juni 2018). Pada pemungutan suara kemarin, sang guru lebih condong memilih pasangan calon Ridwan Kamil dan Uu Rizhanul Ulum.

Baca juga: Resmi! Ini Peraturan KPU yang Larang Eks Koruptor Nyaleg

Menanggapi hal itu Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, masyarakat pada dewasa ini harus siap dan terbiasa dengan perbedaan pandangan dan pilihan politik.

"Pola pemikiran kita di masyarakat kan bervariatif. Karena itu kesadaran bahwa demokrasi itu memungkinkan adanya perbedaan, memungkinkan adanya pandangan dan itu harus disebarkan," ucap Muzani ditemui di Kawasan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Minggu (1/7/2018).

Muzani yang juga sebagai Wakil Ketua MPR RI menuturkan, kejadian yang menimpa sang Guru di Bekasi itu merupakan efek ketidaksiapan dari masyarakat melihat perbedaan pandangan dan pilihan politik.

Baca juga: Prabowo Subianto 'King Maker' Pilpres 2019?

"Jadi itu adalah efek dari sebuah ketidaksiapan dari masyarakat kita dalam perbedaan dan itu terjadi dimana-dimana. Biasa, pendewasaan-pendewasaan itu bagaimana cara mengukurnya, tapi harus terus dilakukan," tuturnya.

Meski begitu, Muzani meminta masyarakat melakukan pendewasaan dalam hal berpolitik. Ia meminta pula masyarakat harus menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Kalau kita masuk kandang kambing ya kambing, kandang kerbau ya kerbau, kandang ayam ya ayam. Jangan kita merasa kerbau tapi masuknya kandang ayam," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More