Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Anggaran Pembelian Cagar Budaya di Kota Tua Rp88 Miliar?

Anggaran Pembelian Cagar Budaya di Kota Tua Rp88 Miliar? Pengendara melintasi kawasan Kota Tua, Jakarta. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Pantau.com - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua mengakui anggaran Rp88 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 yang semula untuk membeli cagar budaya gedung Dasaad Musin Concern belum terserap.

Kepala UPK Kota Tua Norviadi Husudo menjelaskan bahwa tidak terserapnya anggaran disebabkan ketidaksepakatan hasil akhir taksiran harga gedung dengan pemilik setelah pembelian gedung diproses.

"Pemilik menawarkan sekitar Rp80 miliar, bisa turun ke Rp70 miliar. Akan tetapi, dari taksiran harga gedung oleh KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) dan pemilik, cagar budaya itu hanya maksimal Rp35 miliar, itu sangat jauh," kata Norviadi di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Begini Kronologis Lengkap Polisi yang Nemplok di Kap Mobil di Pasar Minggu

Alasan gedung Dasaad Musin Concern dibeli karena pemilik pernah menawarkan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan sekitar 2 tahun lalu.

Pada tahun ini, kata dia, pembelian gedung tersebut diproses dan dianggarkan untuk pembelian gedung cagar budaya. Namun, untuk mengantisipasi ketidaksepakatan dan tidak terserapnya anggaran Rp88 miliar itu, UPK Kota Tua segera beralih membeli gedung alternatif kedua, yakni Gedung milik PT Wassesa Line di Jalan Cengkeh.

Ia menjelaskan bahwa jual beli gedung tersebut akan berlangsung dalam perkiraan rentang waktu November atau Desember.

Baca juga: Anies Jawab Permintaan Ombudsman Soal Pemotongan Kabel Fiber Optik

Gedung alternatif tersebut memiliki lahannya lebih luas dengan taksiran yang mendekati Rp50 miliar. Pembelian gedung cagar budaya ini sudah melalui peraturan yang berlaku, bahkan langsung oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Pusat Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Sudah diproses ke sana, dan itu tujuannya kami mengamankan uang negara jadi bisa efisiensi sebesar Rp30 miliar. Kalau dipaksakan membeli gedung yang lama, nanti terjadi kekalahan karena jauh di atas hasil penilaian taksiran," ujarnya.

Rencananya gedung tersebut sebagian besar digunakan untuk ruang publik dan auditorium audiovisual. Dengan demikian, wisatawan Kota Tua dapat diarahkan ke gedung tersebut sebelum memasuki kawasan Kota Tua.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: