Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Syuting Film Lisa Blackpink Dongkrak Kunjungan Wisata Kota Tua, 60 Pedagang Terima Kompensasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Syuting Film Lisa Blackpink Dongkrak Kunjungan Wisata Kota Tua, 60 Pedagang Terima Kompensasi
Foto: Arsip foto - Spanduk rekayasa lalu lintas di sekitar Kota Tua, Jakarta Barat, terkait kegiatan syuting film yang dibintangi oleh Lisa Blackpink, Kamis 29/1/2026 (sumber: ANTARA/Risky Syukur)

Pantau - Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, mengalami peningkatan signifikan sejak lokasi tersebut dijadikan tempat syuting film yang dibintangi oleh Lisa Blackpink.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, menyampaikan bahwa peningkatan terjadi terutama pada akhir pekan.

"Pastinya (jumlah pengunjung mengalami peningkatan), terutama Sabtu-Minggu", ujarnya di Jakarta, Senin.

Namun, Denny menjelaskan bahwa kenaikan jumlah pengunjung bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh cuaca.

"Tapi (angka jumlah pengunjung) enggak menentu ketika hujan terus", katanya.

Data Pengunjung dan Dampak Lokasi Syuting

Berdasarkan data kunjungan pada 24–27 Januari 2026, wisatawan lokal tercatat sebanyak 18.500 orang dan wisatawan asing sebanyak 668 orang, dengan total 19.168 pengunjung.

Sementara itu, pada 28–31 Januari 2026, jumlah wisatawan lokal meningkat menjadi 19.943 orang dan wisatawan asing sebanyak 614 orang, sehingga total mencapai 20.557 orang.

Syuting film dilakukan di Jalan Cengkih, Kelurahan Pinangsia, Tamansari, yang merupakan wilayah penunjang Kota Tua.

Denny memastikan bahwa kegiatan syuting tersebut tidak mengganggu mobilitas pengunjung di dalam kawasan inti wisata Kota Tua.

"Karena syuting film di daerah penunjang Kota Tua. Pengaruh kepada yang lintasan sama warga setempat. Kawasan inti yang ada museum tetap berjalan normal", katanya.

Kompensasi untuk Pedagang Terdampak

Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan kompensasi kepada para pedagang di Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan yang tidak dapat berjualan karena lokasi digunakan untuk syuting film.

"Tentunya Pemprov DKI tetap memperhatikan kesejahteraan pedagang dengan memberikan kompensasi atas kegiatan tersebut", ujar Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kasudin PPKUKM) Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid.

Iqbal menjelaskan bahwa sebanyak 60 pedagang terdampak penutupan pada periode 31 Januari sampai 1 Februari 2026.

"Total ada 60 pedagang per 31 Januari-1 Februari (tentatif)", tuturnya.

Penutupan Lokbin Kota Intan merupakan hasil keputusan dari rapat yang digelar pada 15 Januari 2026.

"Pada rapat tersebut dipaparkan pihak JXB terkait pelaksanaan syuting yang akan dilaksanakan di beberapa tempat di area Kota Tua", kata Iqbal.

Iqbal menambahkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arahan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang ingin menjadikan Jakarta sebagai Kota Cinema.

Salah satu lokasi yang dijadikan bagian dari Kota Cinema adalah kawasan Kota Tua.

Syuting film dijadwalkan berlangsung di Jalan Cengkih mulai 31 Januari hingga 7 Februari 2026.

"Posisi Lokbin Kota Intan berada di Jalan Cengkih dan pihak JXB meminta untuk area Lokbin harus steril selama syuting tersebut", kata Iqbal.

Penulis :
Arian Mesa