Pantau Flash
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet

Angkatan Udara Saudi Klaim Militan Houthi Luncurkan Rudal ke Mekah

Angkatan Udara Saudi Klaim Militan Houthi Luncurkan Rudal ke Mekah Masjidil Haram di Mekkah. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Angkatan Udara Kerajaan Saudi telah mencegat dan menghancurkan dua rudal yang diluncurkan dari Yaman menuju Mekah dan Jeddah oleh milisi Houthi pada Senin, 21 Mei 2019.

Juru bicara koalisi Arab menbatakan bahwa rudal itu telah hancur di atas taif pada Senin pagi, dan fragmen proyektil rudal itu jatuh di Wadi Jalil, sebuah lembah luas dekat Mekah.

Penduduk di Jeddah mengatakan kepada Arab News mereka mendengar bunti ledakan besar pada Senin pagi. Politisi Saudi Dr. Hamdan Al-Shehri mengatakan serangan itu merupakan pengingat bagi negara Muslim tentang bahaya yang jelas dari Iran. "Raja Salman telah menyerukan pertemuan di Mekah dengan Teheran untuk mendiskusikan ancaman dari Iran dan ke dunia Muslim," kata Al Shehri, seperti dilansir Arab News, Selasa (22/5/2019).

Baca juga: Trump: Iran akan Berakhir Jika Ingin Berperang dengan AS!

Serangan rudal itu bukan pertama kalinya, tercatat bahwa milisi Houthi telah menargetkan Mekah, usai melakukan serangan kota tersebut di tahun 2017.

Video yang beredar di media sosial terlihat menunjukan bahwa kedua rudal telah dihancurkan di atas Bandar Udara Internasional King Abdulaziz.

Kementerian Luar Negeri Bahrain mengecam serangan Houthi dan memuji pasukan pertahanan udara Kerajaan Saudi untuk kewaspadaan mereka. 

Baca juga: Javad Jawab Trump: Iran Tak Akan Mati dengan Serangan Genosida

Namun, Houthi menolak tudingan tersebut dan menyatakan akan bertanggung jawab apabila mereka benar meluncurkan misil ke Saudi. "Kami tidak akan malu untuk mengklaim operasi apa pun untuk mempertahankan rakyat dan tanah kami," dmeikian pernyataan juru bicara Houthi, seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, militan Houthi juga dilaporkan telah menyerang stasiun pompa minyak Arab Saudi di Kota Dawadmi dengan drone bersenjata. Stasiun pompa minya itu mengalirkan minyak Saudi ke pelabuhan Yanbu dan ke seluruh dunia.

Duta besar Saudi untuk PBB Abdallah Al-Mouallimi mendesak dewan keamanan PBB untuk melucuti militan itu untuk mencegah eskalasi serangan yang meningkatkan ketegangan regional dan meningkatkan risiko konfrontasi regional yang lebih luas.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: