Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Javad Jawab Trump: Iran Tak Akan Mati dengan Serangan Genosida

Javad Jawab Trump: Iran Tak Akan Mati dengan Serangan Genosida Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif. (Foto: Reuters/Arif Hudaverdi Yaman)

Pantau.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat tajam setelah Doandl Trump mengirim kapal induk dan militer ke wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pun memberikan respon keras. Ia membandingkan Donald Trump dengan penguasa masa lalu seperti Jenghis Khan dan Alexander the Great.

Zarif mengatakan Iran telah berdiri sendiri selama ribuan tahun, tanpa adanya rasa ketakutan. "Terorisme ekonomi dan ejekan genosida tidak akan mengakhiri Iran," katanya, dikutip dari Sputnik, Selasa (21/5/2019).

Baca juga: Trump: Iran akan Berakhir Jika Ingin Berperang dengan AS!

Javad Zarif juga menyebutkan istilah 'Tim-B'. Tampaknya merujuk pada Advieor Keamanan Nasional AS John Bolton, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Saudi Bin Salman.

Maja Kocijancic, juru bicara Layanan Aksi Eksternal Eropa, menekankan bahwa destabilisasi lebih lanjut harus dihindari di Timur Tengah. 

Seperti diketahui, kapal perang AS melakukan latihan di Laut Arab, termasuk pelatihan perang udara, mengukus formasi dan bermanuver. Aksi itu tentunya muncul setelah AS memberikan ultimatum pada Iran.

Baca juga: Trump Nyatakan Amerika Serikat Tidak Ingin Perang dengan Iran

Hubungan AS-Iran memang tidak akur  sejak Revolusi Islam 1979. Ditambah, penarikan AS dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun lalu, dan pengenalan sanksi ekonomi yang keras terhadap Teheran semakin meningkatkan ketegangan.

Namun, Donald Trump, mendukung pembicaraan langsung dengan Iran sebagai cara terbaik untuk maju. Zarif, pada bagiannya, juga menyatakan bahwa Iran tidak mencari konfrontasi militer dengan siapa pun, termasuk AS.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: