Pantau Flash
Bom Mobil Terjang Demonstrasi Anti Pemerintah di Irak, 4 Orang Tewas
Menangi Perang Saudara, Ginting ke Final Hong Kong Open 2019
Hasil Kualifikasi MotoGP Valencia 2019: Quartararo Kalahkan Marquez
Polda Sumut Tetap 18 Tersangka dalam Serangan Bomber di Polrestabes Medan
BPBD Sebut Belum Ada Penetapan Tanggap Darurat Gempa Malut

Anies Cabut Kasasi Gugatan Proyek Sodetan Ciliwung yang Diajukan Ahok

Headline
Anies Cabut Kasasi Gugatan Proyek Sodetan Ciliwung yang Diajukan Ahok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Antara/Ricky Prayoga)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya telah mencabut kasasi dalam gugatan pembebasan lahan warga di Bidara Cina untuk proyek sodetan Ciliwung yang diajukan oleh gubernur sebelumnya, Basuki Tjahja Purnama.

"Iya, kami cabut kasasinya," ujar Anies di Jakarta, Kamis (19/9/2019)

Anies mengatakan, langkah mencabut kasasi tersebut dilakukan untuk menghormati keputusan pengadilan yang memenangkan gugatan warga, dan Pemprov DKI Jakarta juga tidak berhasil di tingkat banding.

Baca juga: Anies Dibuat Meradang Pembakaran Arang dan Peleburan Timah di Cilincing

Selain itu, kata Anies, dengan mencabut kasasi tersebut proses pembangunan sodetan kali Ciliwung bisa kembali diproses. Pasalnya, jika proses hukum tetap berjalan, maka program sedoten Kali Ciliwung tak kunjung dimulai.

"Bila proses hukum jalan terus, maka proyek ini tidak selesai, jadi kita lebih baik mengikuti putusan pengadilan," ucapnya.

Anies sendiri mengaku sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera kembali melanjutkan proyek sodetan Cilwung. "Iya sudah komunikasi."

Baca juga: Riau Tolak Bantuan 65 Personel DKI untuk Atasi Karhutla, Ini Kata Anies

Disebutkan, poyek sodetan Ciliwung terhambat pembebasan lahan pada tahun 2015. Warga Bidara Cina melayangkan gugatan atas Surat Keputusan Gubernur Nomor 2779 Tahun 2015. Gugatan ini dilayangkan lantaran adanya perubahan lokasi sodetan dari yang sebelumnya ditetapkan. Perubahan lokasi tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan kepada warga yang terdampak penggusuran itu.

Dalam prosesnya, PTUN memenangkan gugatan warga Bidara Cina tersebut. Majelis hakim memerintahkan Pemprov DKI Jakarta untuk menghitung ulang lahan yang dibutuhkan dan membayar ganti rugi kepada warga yang rumahnya sudah terlanjur digusur.

Di tingkat banding, pengadilan kembali memenangkan gugatan warga dan Basuki Tjahja Purnama yang kala itu menjabat Gubernur DKI Jakarta pun akhirnya mengajukan kasasi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: