Pantau Flash
Perkembangan Fintech Buat Bank-bank di China Pangkas Karyawan
Pengamat: Jika Tolak Pimpinan Baru, Pegawai KPK Sama Saja Berpolitik
Amerika Serikat Janji Tak Naikkan Tarif Mobil Jepang
Indonesia Hancurkan Filipina 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U-16
Utang Luar Negeri Indonesia di Akhir Juli Naik 10,3 Persen

Arkeolog Temukan Kokain Berusia 1.000 Tahun di Gua Amerika Selatan

Arkeolog Temukan Kokain Berusia 1.000 Tahun di Gua Amerika Selatan Tim sedang menjelajahi Gua Cueva del Chileno di Bolivia ketika mereka menemukan situs pemakaman kuno. (Foto: Juan Albarracin-Jordan dan José Capriles, Penn State)

Pantau.com - Arkeolog telah menemukan kokain berusia 1.000 tahun yang tersimpan dalam bundel obat kuno di gua Amerika Selatan.

Tim peneliti internasional yang awalnya tengah berburu jejak permukiman di Bolivia, justru menemukan sebuah situs pemakaman yang berisi beberapa artefak menarik.

Artefak yang ditemukan antara lain tas yang terbuay dari tiga moncong rubah, pipa yang digunakan untuk merokok dan sejumlah zat psikotropika, termasuk kokain dan jamur ajaib.

"Ini adalah jumlah terbesar zat psikoaktif yang pernah ditemukan dalam satu kumpulan arkeologi dari Amerika Selatan," demikian pernyataan Jose Capriles dari Pen State University, seperti dilansir Evening Standard, Sabtu (11/5/2019).

Para arkeolog menemukan sebuah tas yang terbuat dari tiga moncong rubah, yang ditemukan mengandung jejak senyawa kokain di antara zat psikoaktif lainnya. (Foto: Juan Albarracin-Jordan dan José Capriles, Penn State)

Baca juga: Pulau Milik Australia Ini Jadi Saksi Bisu Kekejaman Sampah Aluminium

"Kita sudah tahu bahwa psikotropika merupakan bagian penting dalam kegiatan spiritual dan keagamaan masyarakat Andes Selatan-Tengah. Tapi, kami tidak tahu bahwa orang ini menggunakan senyawa yang berbeda begitu banyak, bahkan mungkin menggabungkannya," kata asisten Profesor antropologi itu.

Berdasarkan pemiriksaan radiokarbon, benda itu berusia 1.000 tahun. Sampel dalam tas menunjukan kokain, jejak DMT, serta substansi psikedelik seperti jamur.

"Ada kemungkinan dukun yang memiliki tas ini mengkonsumsi beberapa tanaman yang berbeda secara bersamaan untuk menghasilkan efek yang berbeda atau memperpanjang halusinasinya," katanya.

Di antara artefak yang ditemukan adalah  "snuffing tablet " digunakan untuk menghancurkan pil menjadi bubuk. (Foto: Juan Albarracin-Jordan dan José Capriles, Penn State)

Baca juga: Studi: Umat Muslim Sasaran Kekerasan di Australia, Khususnya Adelaide

Tim peneliti sangat terkejut ketika menemukan bahwa tidak ada zat yang terkandung di dalam kantong itu ada di wilayah yang mereka tinggali.

"Tidak ada senyawa psikoaktif yang kami temukan berasal dari tanaman yang tumbuh di wilayah Andes. Kemungkinan adanya perturakan dengan pihak lain," tambahnya.

Penemuan ini mengingatkan kita bahwa orang di masa lalu memiliki pengetahuan luas tentang tanaman dan potensi penggunaannya, serta cara mereka untuk mengenali obat dan psikoaktif, kata peneliti itu.

Penelitian yang mendapat dukungan dari National Geographic Society dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 6 Mei lalu.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: