Pantau Flash
13 Aliran Kepercayaan Sesat Tumbuh di Bekasi
PSSI Tak Tahu Keberadaan Simon McMenemy saat Ini
DPR RI pada BI: Jangan Sampai Penggunaan Uang Digital Jadi Money Creation
Timnas U-22 Indonesia Ditahan Iran 1-1
Agus Rahardjo: OTT KPK adalah Bukti Tak Ada Sinergi antara Polri-Kejaksaan

AS Ribut Naikkan Tarif Dagang China, RI-Chili Malah Kebalikannya

AS Ribut Naikkan Tarif Dagang China, RI-Chili Malah Kebalikannya MendagEnggartiasto Lukita dan Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Chili Rodrigo Yéfiez Benitez (Foto:Pantau.com/Ratih Pastika)

Pantau.com - Jika Amerika Serikat sedang sibuk dengan penambahan tarif atas barang-barang made in China, Indonesia justru makin terbuka perdagangannya. 

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Chili Rodrigo Yéfiez Benitez melakukan pertukaran Instrument of Ratification (IoR) lndonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (lC-CEPA). 

Pertukaran loR merupakan prosedur legal penting sebelum berlakunya lC-CEPA. Sesuai mandat yang disepakati dalam perjanjian, lC-CEPA akan mulai berlaku 60 hari setelah pertukaran loR, yaitu pada 10 Agustus 2019. 

"Indonesia Chili secara bertahap akan mengurangi tarif 89,6 persen atau 7669 tarif line yang juga termasuk dan tidak terbatas pada otomotif, alas kaki, tekstil, palm oil, kopi, produk perikanan dan produk ekspor lainnya," ujar Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat pemaparan di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Baca juga: Pertamina Alirkan Lebih dari 652 Ribu Liter BBM Selama Arus Mudik

Adapun produk utama Indonesia yang mendapat preferensi di antaranya: minyak sawit dan turunannya, kertas dan bubur kertas, perikanan, makanan dan minuman, produk otomotif, alas kaki, mebel, perhiasan, sorbitol, produk tekstil, dan lainnya.

Sementara untuk Chili kata dia, Indonesia telah berkomitmen menghapus 86,1 persen tarif atau 9.308 tarif line. 

"CEPA ini win win solution untuk kedua negara untuk meningkatkan kesejahteraan keduannya dan kerja sama ini secara spesifik juga akan menjadikan Chili sebagai hub Indonesia ke Amerika Latin dan juga menjadikan Indonesia sebagai Hub Chili memasuki pasar Asia dan negara lain," paparnya.

Enggar juga mendorong agar peluang ini menjadi kesempatan bagi pemerintah dan bisnismen untuk mendorong kerjasama kedua negara dan berita baik bagi CEPA ini dan mendorong peluang bisnis bagi kedua negara. "Saya berharap kedua negara bisa menyelenggarakan forum bisnis dan bisnis matching yang diselenggarakan setiap tahun oleh kedua negara," katanya. 

Baca juga: Duh! Penjualan Properti Australia Lemes, Picu Fenomena Apartemen Hantu

"Kita bangga mengumumkan CEPA ini akan masuk tahap implementasi pada 10 Agustus nanti," imbuhnya.

Untuk diketahui, lC-CEPA ditandatangani oleh kedua pemerintah pada 14 Desember 2017 di Santiago, Chili. Melalui lC-CEPA, kedua negara akan saling mendapatkan tarif preferensi untuk ekspor ke pasar satu sama lain. 

Setelah hampir 18 bulan proses ratifikasi di masing-masing negara, pada 11 Juni 2019 proses tersebut secara resmi dituntaskan kedua negara. Bagi lndonesia, proses ini dilakukan melalui diterbitkannya Peraturan Presiden No. 11 tahun 2019, tentang Pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Chili. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: