Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Australia Ikutan Tahan Operasi Pesawat Boeing 737 Max 8

Australia Ikutan Tahan Operasi Pesawat Boeing 737 Max 8 Kecelakaan pesawat di Ethiopia merupakan kecelakaan kedua yang melibatkan pesawat Boeing 737 Max 8 dalam kurun waktu 6 bulan. (Foto: AP/Mulugeta Ayene via ABC News)

Pantau.com - Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia (CASA) mengatakan pihaknya melarang terbang sementara operasi pesawat Boeing 737 MAX 8 di Australia menyusul kecelakaan pesawat di Ethiopia yang menewaskan 157 orang pada akhir pekan kemarin.

Fiji Airways menjadi satu-satunya maskapai yang masih menerbangkan pesawat Boeing 737 MAX 8 ke Australia setelah Silk Air Singapura mengumumkan melarang terbang armadanya mulai pagi hari ini Selasa (12/3/2019).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis sebelumnya hari ini, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (12/3/2019), Fiji Airways mengatakan pihaknya memiliki "kepercayaan penuh pada kelaikan udara" dari dua armada pesawatnya.

Baca juga: Setelah China, Kini Meksiko Tangguhkan Penggunaan Boeing 737 Max

Pada hari Minggu (10 Maret 2019), Ethiopian Airlines 737 MAX 8 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan seluruh penumpang dan awak didalamnya yang berjumlah 157 orang.

Masalah keamanan tentang model pesawat ini pertama kali muncul pada Oktober lalu setelah sebuah pesawat milik maskapai Lion Air jatuh, menewaskan 189 orang di dalamnya. Seorang wanita menunggu berita tentang tunangannya setelah kecelakaan Ethiopian Airlines pada 10 Maret 2019.


Seluruh penumpang dan awak dalam penerbangan Ethiopian Airlines berjumlah 157 orang tewas dalam kecelakaan itu. (Foto: Reuters/Baz Ratner)

Direktur Keselamatan Penerbangan Sipil pada Otoritas Keselamatan Penerbangan Australia (CASA), Shane Carmody, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penangguhan sementara pesawat Boeing 737 MAX 8 di Australia adalah untuk kepentingan terbaik unsur keselamatan.

"Ini adalah penangguhan sementara sementara kami menunggu informasi lebih lanjut untuk meninjau risiko keselamatan pengoperasian lebih lanjut dari Boeing 737 MAX 8 dari dan menuju ke Australia," katanya.

Baca juga: Inikah Akhir Cerita Boeing 737 Max 8 Melintasi Langit?

"CASA menyesalkan ketidaknyamanan yang dialami penumpang tetapi percaya bahwa penting untuk selalu mengutamakan keselamatan."

Organisasi itu mengatakan sedang memantau situasi dengan cermat dan mengatakan penangguhan itu akan ditinjau ketika informasi keselamatan yang relevan tersedia dari Boeing, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat dan penyelidik kecelakaan.


Boeing 737 MAX pertama kali dioperasikan maskapai pada 2017. (Foto: Reuters/Pascal Rossignol)

Sebelumnya pada Selasa (12/3/2019) Boeing mengumumkan rencana untuk meningkatkan perangkat lunak pada pesawat 737 MAX 8 mereka "dalam beberapa minggu mendatang".

Langkah Australia untuk menangguhkan pesawat Boeing 737 MAX 8 ini mengikuti langkah serupa yang sudah diberlakukan oleh China dan Indonesia, yang memerintahkan maskapai mereka untuk melarang terbang sementara pesawat Boeing 737 MAX 8 mereka tanpa batas pada hari Senin (11/3/2019) kemarin.

Jurubicara Ethiopian Airlines, Asrat Begashaw mengatakan, maskapai itu telah mendaratkan empat unit pesawat 737 MAX 8 mereka yang tersisa hingga pemberitahuan lebih lanjut sebagai "tindakan pencegahan keamanan ekstra".

Maskapai ini menggunakan lima 737 MAX 8 baru dan sedang menunggu pengiriman 25 unit lagi. Sementara maskapai Virgin Australia diketahui telah memesan 30 unit pesawat 737 MAX 8, tetapi belum mulai menggunakannya sebelum aturan larangan terbang sementara untuk pesawat tipe ini diberlakukan oleh CASA.

Perbandingan dengan Lion Air Terlalu dini

Laporan pendahuluan menyusul kecelakaan yang menimpa pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air mendapati para pilot kesulitan mengendalikan pesawat.

Sistem keamanan otomatis yang ada di pesawat model ini, yang dirancang untuk mencegah pesawat kehilangan daya angkat (stalling) secara tiba-tiba, ditemukan telah berulang kali mendorong hidung atau moncong pesawat menukik ke bawah.

Pilot harus secara manual mengangkat hidung pesawat untuk memperbaiki penerbangan, dan kejadian ini kembali terulang sekitar lima detik kemudian, kata laporan itu.


Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil AS (FAA) mengatakan Boeing akan melakukan perubahan desain pada model 737 MAX. (Foto: Flickr/Paul Thompson via ABC News)

Penyelidik mengatakan mereka percaya informasi yang salah dari sensor bisa mengaktifkan sistem keamanan otomatis tersebut.

Tidak diketahui apakah sistem anti-stall yang sama juga bermasalah dalam kecelakaan Ethiopian Airlines.

Baca juga: China Airlines 'Kurung' Semua Boeing 737 Max

Sebelumnya pada hari ini, otoritas keselamatan penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) mengatakan pihaknya mengetahui ada banyak yang membandingkan kecelakaan di Indonesia dengan Ethiopia.

"Namun, penyelidikan ini baru saja dimulai dan sampai saat ini kami belum menerima data apapun untuk bisa menarik kesimpulan atau mengambil tindakan apa pun," katanya, seperti dikutip dari Pemberitahuan Kelaikan Udara Berlanjut kepada Komunitas Internasional untuk para operator Boeing 737 MAX 8.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: