Forgot Password Register

Bangladesh: Sikap Rasis Myanmar Jadi Alasan Rohingya Menolak Pulang

Bangladesh: Sikap Rasis Myanmar Jadi Alasan Rohingya Menolak Pulang Ratusan anak laki-laki pengungsi Rohingya protes terhadap pemulangan mereka di kamp Unchiprang di Teknaf, Bangladesh. (Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain)

Pantau.com - Pemerintah Bangladesh mengutuk pernyataan rasis seorang pejabat Myanmar yang menyebut Muslim Rohingya sebagai penganut agama ekstrim yang menjadi korban pencucian otak, yang diungkapkan pada Rabu (5 Desember 2018).

Menteri Agama Myanmar Thura Aung Ko mengatakan pada Selasa (4 Desember 2018) bahwa Bangladesh tidak membiarkan Rohingya kembali karena sedang dicuci otaknya di tempat pengungsian.

"Agama ekstrim mendorong pria untuk memiliki tiga atau empat istri dan melahirkan 15 hingga 20 anak," ucapnya dalam sebuah video yang dirilis oleh Radio Free Asia.

"Setelah tiga, empat, sampai lima dekade di negara Buddha ini, komunitas Buddhis pasti akan minoritas," tambahnya, seperti dikutip Anadolu, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Menengok Misi Berbahaya Pemulangan Etnis Rohingya ke Myanmar

Kementerian Luar Negeri Bangladesh telah memanggil duta besar Myanmar di Dhaka dan mengecam pernyataan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan kebijakan rasis di Myanmar terhadap warganya.

Pejabat senior kementerian mengatakan bahwa pemerintah Myanmar saat ini mengikuti prinsip rasis junta militer sebelumnya terhadap Muslim Rohingya guna mendapatkan dukungan masyarakat lokal.

"Faktanya, sikap Myanmar terhadap Rohingya yang menyebabkan keengganan mereka untuk kembali," ucapnya.

Sebelumnya, rencana untuk memulangkan 2.260 warga Rohingya dari kamp di Bangladesh yang dijadwalkan bulan November telah ditunda karena para pengungsi khawatir akan adanya penganiayaan lanjutan oleh pemerintah dan militer Myanmar.

Baca juga: Myanmar Siap Terima Gelombang Pertama Pemulangan Rohingya


Share :
Komentar :

Terkait

Read More