Pantau Flash
Rp54 Juta dan 2.600 Dolar AS Disita KPK dari Rumdin Bupati Lampung Utara
Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS
Juarai F1 GP Jepang, Bottas Antar Mercedes Kunci Gelar Juara Konstruktor
7 Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Nusa Tenggara Timur
Tampil Lawan Norwegia Semalam, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Lampaui Casillas

Beberapa Rumah Rusak Parah Akibat Bom Bunuh Diri Sibolga

Beberapa Rumah Rusak Parah Akibat Bom Bunuh Diri Sibolga Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo tunjukkan kerusakan bom Sibolga (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Ledakan bom bunuh diri yang dilakukan istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah berdampak cukup parah. Beberapa bangunan yang berdiri di sekitar lokasi mengalami kerusakan.

Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kerusakan parah akibat ledakan itu terutama bangunan yang berdiri berdampingan dengan rumah terduga teroris Abu Hamzah. 

"Ledakan dari bom istri cukup luas, beberapa bangunan rusak, belum dihitung berapa jumlah bangunan. Rumah dekat TKP jebol," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3/2019). 

Baca juga: Polisi: Ada Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Rumah Teroris Sibolga

Selain itu, Dedi juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus menyisir dan menggelar olah TKP dengan hati-hati. Sebab dari keterangan Abu Hamzah yang telah ditangkap sebelumnya, terdapat beberapa bom aktif di rumahnya.

Untuk itu, warga sekitar yang rumahnya berada dekat dengan lokasi kejadian hingga saat ini belum diperbolehkan untuk kembali. 

"100 meter steril, warga tidak boleh masuk. Masyarakat jangan balik ke rumah sampai sterilisasi dinyatakan selesai. Kalau clear, warga boleh kembali ke rumah," papar Dedi.

Baca juga: LPSK Tegaskan Siap Bantu Pengobatan Korban Bom Sibolga

Saat ini, tercatat sekitar 20 kepala keluarga yang telah dievakuasi agar menjauh dari lokasi kejadian atau sekitar rumah terduga teroris. 

"Sekitar 20 lebih kepala keluarga dievakuasi. Warga jangan mendekat," singkat Dedi.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional