Forgot Password Register

Headlines

Polisi: Ada Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Rumah Teroris Sibolga

Polisi: Ada Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Rumah Teroris Sibolga Personil kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan di Sibolga (Foto: Antara/Jason Gultom)

Pantau.com - Usai ledakan yang terjadi di rumah teroris Abu Hamzah, polisi terus menyisir sekitar rumah tersebut. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan terhadap teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu, terdapat puluhan kilogram bahan peledak yang tersimpan di sana.

"Dari pemeriksaan AH terdapat bahan baku bom ada puluhan kilo," kata Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Polisi Sebut Istri dan Anak Teroris Sibolga Ledakkan Diri Dalam Kamar

Selain itu, Dedi juga mengatakan bahwa sebelum istri dari Abu Hamzah melakukan aksi bom bunuh diri, wanita itu terlihat membawa beberapa bom rakitan.

Bahkan dari pemeriksaan, Abu Hamzah menyebut bahwa di rumah itu juga tersimpan bom rakitan yang siap diledakkan kapan pun.

"Ada puluhan bom rakitan dan 4 bom dibawa istri," kata Dedi.

Saat disinggung mengenai lokasi penangkapan terhadap Abu Hamzah yang diketahui sebelum ledakan itu terjadi, Dedi enggan menjelaskan. Sebab, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan.

"AH diamankan di suatu tempat, beberapa tersangka masih pengembangan," tandas Dedi.

Baca juga: Istri Terduga Teroris di Sibolga Meledakkan Diri

Selain itu, ledakan bom itu juga melukai polisi yang hendak menyergap. Dedi mengatakan, anggota polisi yang menjadi korban harus menderita luka cukup serius di beberapa bagian tubuhnya.

"Satu anggota polisi mengalami luka cukup serius (luka di bagian mata dan tangan)," ucap Dedi.

Sayangnya, Dedi enggan merinci identitas sosok anggota polisi yang menjadi korban dalam ledakan itu. Meski demikian, ia mengatakan dalam ledakan itu seorang warga sekitar turut menjadi korban.

Sebab pada saat ledakan itu terjadi, warga itu berada terlalu dekat sehingga mengalami luka di beberapa bagain akibat terkena serpihan bom.

"Satu warga menjadi korban (luka wajah dan tangan) yang terkena serpihan bom dirawat di rumah sakit," kata Dedi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More