Forgot Password Register

Begini Pernyataan Tak Terduga PBB Setelah Kunjungi Korea Utara

Bendera Korea Utara. (Foto: Reuters/Denis Balibouse) Bendera Korea Utara. (Foto: Reuters/Denis Balibouse)

Pantau.com - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan, terdapat bukti sangat jelas tentang kebutuhan kemanusiaan di Korea Utara. Hal itu disampaikan Kepala Kemanusiaan PBB Mark Lowcock.

Dalam kunjungannya, ia bertemu Kim Yong-nam, kepala negara dan presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi. Lowcock menguraikan pengamatannya setelah bepergian ke beberapa daerah di bagian barat daya negara itu.

"Salah satu yang kami lihat adalah bukti sangat jelas tentang kebutuhan kemanusiaan di sini," katanya.

Baca juga: Siap-siap! Papua Bakal 'Guncang' Jepang

"Lebih dari separuh anak-anak di daerah pedesaan, termasuk tempat-tempat yang pernah kita kunjungi, tidak memiliki air bersih, sumber air terkontaminasi," katanya.

Meskipun pasokan atau operasi kemanusiaan dihentikan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB, pejabat Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa sanksi internasional atas senjata nuklir Korut dan program misil balistik memperburuk masalah kemanusiaan dengan memperlambat pengiriman bantuan.

Sekitar 20 persen anak-anak di Korut menderita kekurangan gizi, menyoroti perlunya lebih banyak dana untuk bantuan kemanusiaan, kata Lowcock.

Baca juga: Aksi Santai Pria 'Nyeleneh' Ini Bergelayutan di Pintu Kereta Bikin Emosi

Akses untuk pekerja kemanusiaan membaik, katanya tanpa merinci, tetapi dia mencatat bahwa pendanaannya gagal.

PBB mengatakan pihaknya harus menghentikan dukungan nutrisi untuk taman kanak-kanak di Korut pada November karena kekurangan dana, dan "Kebutuhan dan Rencana Prioritas 2018" untuk Korea Utara kekurangan dana 90 persen.

Ketika mengunjungi sebuah rumah sakit yang tidak didukung oleh PBB, Lowcock mengatakan ada 140 pasien tuberkulosis, tetapi hanya ada cukup obat untuk mengobati 40 dari mereka.

Lebih dari 10 juta orang, sekitar 40 persen dari populasi Korut, membutuhkan bantuan kemanusiaan, kata PBB dalam sebuah pernyataan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More