Pantau Flash
Lahir dengan Koneksi Internet dan Medsos, Gen Z Waspadai Depresi
Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola

Beredar Penipuan Telepon Mengatasnamakan KPK, Begini Modusnya

Headline
Beredar Penipuan Telepon Mengatasnamakan KPK, Begini Modusnya Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan petugas KPK gadungan. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, sejak Ramadan dan pasca cuti bersama Idul Fitri 1440H ada sejumlah laporan mengenai pihak yang mengaku dari KPK dan berupaya melakukan penipuan. 

"Sejak 23 Mei 2019 hingga hari ini, total terdapat 60 laporan pengaduan masyarakat yang mengatakan dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK," kata Febri kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Baca juga: Dari Action Figure Hingga HP, KPK Lelang Barang Hasil Korupsi, Minat?

Menurut Febri, modus yang dilakukan dalam penipuan oleh KPK gadungan masih mirip-mirip. Berdasarkan pengaduan masyarakat, cara penipuan seperti berikut:

1. Masyarakat dihubungi oleh nomor telepon (PTSN) atau nomor handphone, sebagian besar nomor 088XXX

2. Yang menjawab adalah mesin, disampaikan selamat datang di layanan Pengaduan KPK dan disampaikan bahwa pelapor mendapatkan Surat Peringatan dari KPK. Kemudian diarahkan untuk menekan tombol 0 atau angka tertentu

3. Pelapor berbicara oleh oknum, yang kemudian menanyakan nama dan nomor identitas. Kemudian disampaikan bahwa pelapor terindikasi pencucian uang karena ada dana sebesar Rp3-4 miliar di salah satu bank. Kemudian dikatakan, ada indikasi uang tersebut terkait dengan kasus korupsi. Kemudian pelapor seolah-olah dihubungkan ke kantor polda tertentu. Ada oknum lain yang berbicara dan mengaku petugas Polri yang bertugas di polda tersebut.

4. Pelapor ditawarkan jasa untuk membantu agar dapat mengamankan hartanya dan tidak terkait dengan kasus di KPK. Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya.

"Selain itu, sejak hari pertama kerja setelah cuti bersama (10/6) hingga hari ini terdapat 37 orang yang menghubungi Call Center KPK 198 karena mereka dihubungi oleh pihak yang mengaku dari KPK," ucap Febri.

Baca juga: KPK Temukan Sejumlah Aset Milik Tersangka Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

Sebagian besar penelepon berlokasi di Jakarta. Beberapa nomor HP yang menghubungi korban, di antaranya 088152150543, 088824125486, 088500768632, 088176007253, 0215238850, 52221703, 62211101853, 0215239203, +601123026455, 0213056975, 0501491871, 021 5234790, 021 5236579.

"KPK kembali mengingatkan pada masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak-pihak yang mengaku KPK atau penegak hukum lainnya yang menyampaikan Informasi keliru dan menawarkan dapat mengurus sebuah perkara dengan imbalan tertentu. Jangan berikan data atau informasi pribadi anda dan segera klarifikasi dengan cara menghubungi Call Center KPK 198," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: