Forgot Password Register

Headlines

BI Klaim Transaksi Non Tunai Cegah Money Laundry Hingga Pembiayaan Terorisme

BI Klaim Transaksi Non Tunai Cegah Money Laundry Hingga Pembiayaan Terorisme Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Gerakan transaksi non tunai terus digalakan. Bank Indonesia (BI) selaku pemangku kebijakan terus mendorong minat masyarakat beralih dari transaksi tunai menggunakan transaksi digital atau non tunai. Dapat berupa card base atau server base. 

Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI, Pungky P Wibowo mengatakan, saat ini perkembangan transaksi non tunai meningkat tahun ke tahun. Menurutnya, transaksi non tunai memiliki peran penting bagi perkembangan transaksi keuangan di Indonesia. Termasuk untuk moderenidasi infrastruktur keuangan dan mitigasi resiko ilegal.

"Itu bisa mencegah korupsi, pencucian uang (money fund), pembiayaan terorisme (teroris fund) risiko negara dan lain-lain," ujarnya saat pemaparan dalam diskusi 'Aman dan Nyaman Bertransaksi dengan National Payment Gateway' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Ini Isi Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2019

Pungky menambahkan, transaksi non tunai membuat segala transaksi dapat terawasi untuk tujuan mengutamakan perlindungan konsumen. Selian itu, transaksi non tunai juga dianggap menjadi efisensi terutama dari segi pembiyaan pembuatan uang kartal. 

Pihaknya mengaku akan terus berupaya melakukan upaya secara bertahap untuk menggalakan transaksi non tunai. Terutama untuk mewujudkan inklusi keuangan hingga ke daerah-daerah di Indonesia yang memiliki wilayah geografis beragam.

"BI terus melakukan transformasi bagi masyarakat yang masih melakukan transaksi secara tunai untuk menerima pembayaran non tunai melalui kerja sama dengan pemerintah dalam mengimplementasikan pembiayaan non tunai," paparnya.

Baca juga: Rupiah Melemah, Faisal Basri Bongkar Nama Pejabat yang 'Ternak' Dolar

Termasuk juga upaya literasi melalui bantuan sosial yang disalurkan melalui dana non tunai, cash management system untuk dana desa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), penerapan transaksi non tunai jalan tol, transportasi publik, dan penyaluran zakat melalui digital.  

Pihaknya mencatat, transaksi kartu elektronik menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pihaknya menilai bahwa masyarakat menyukai transaksi dengan menggunakan non tunai.

"Januari sampai Februari ini sebulan ya bukan satu tahun pertumbuhan 475 persen. Masyarakat mulai senang berhubungan dengan bank," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More