Forgot Password Register

Cacar Monyet Mengancam, Ketahui Gejala Serta Cara Pencegahannya

Cacar Monyet Mengancam, Ketahui Gejala Serta Cara Pencegahannya Cacar monyet. (Foto: Instagram)

Pantau.com - Pada 8 Mei 2019 lalu, Pemerintah Singapura menemukan seorang warganya positif mengidap penyakit cacar monyet atau monkeypox, seketika penyakit tersebut pun menjadi sorotan. Bahkan kini, cacar monyet mulai menimbulkan keresahan bagi warga Indonesia khususnya di Batam.

Di Singapura sendiri penyakit cacar monyet terbawa oleh warga negara Nigeria berusia 38 tahun yang datang pada 28 April dan terbukti positif mengidap cacar pada 8 Mei.

Baca juga: Biar Lebih Sehat, Ganti Gula Anda dengan 3 Alternatif Ini

Cacar monyet berbeda dengan cacar air pada umumnya. Cacar monyet merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh virus, dan ditularkan pada manusia melalui hewan.

Pada umumnya penularan diakibatkan oleh kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti tikus atau hewan pengerat lainnya. Tapi, bisa juga cacar monyet menular dari manusia ke manusia melalui kontak dekat saluran pernapasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita, atau objek yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita.

Tapi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penularan cacar monyet pada manusia sangatlah terbatas. Bahkan belum ada bukti yang mencatat bahwa infeksi cacar monyet menyebar melalui penularan antar manusia.

Biasanya seseorang yang terinfeksi cacar monyet akan merasakan gejal-gejala seperti demam, nyeri, pembengkakakn nodus limfa, dan ruam pada kulit. Selain itu, penderita cacar monyet juga akan mengalami komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian.

Masa inkubasi penyakit cacar monyet sebelum menunjukkan gejala biasanya terjadi selama 6-16 hari. Kemudan selanjutnya akan terjadi infeksi dalam dua periode, yakni periode invasi dan periode erupsi kulit.

Periode invasi terjadi pada 5 hari sejak gejala dimulai. Pada periode ini penderita cacar monyet akan merasakan demam, sakit kepala intens, pembengkakan nodus linfa atau limfadenopati, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Sementara periode erupsi kulit terjadi 1-3 hari setelah penderita mengalami gejala demam. Pada periode ini, ruam pada kulit wajah mulai muncul dan menyebar ke seluruh tubuh. Biasanya ruam akan lebih banyak di bagian wajah, telapak tangan dan kaki.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Pasien Kanker Memaksakan Berpuasa

10 hari kemudian, ruam akan berevolusi menjadi lepuhan kecil berisi cairan, bintil, dan akhirnya kerak. Menurut WHO, untuk menghilangkan kerak tersebut sepenuhnya membutuhkan waktu setidaknya 3 minggu.

Sebelum ruam benar-benar hilang, gejala pembengkakan nodus limfa biasanya akan kembali dialami oleh si penderita cacar monyet.

Sejauh ini belum ada bentuk pencegahan secara khusus seperti vaksin untuk cacar monyet. Cara terbaik untuk mencegah cacar monyet adalah menghindari kontak dnegan primata dan hewan jenis pengerat lainnya.

Selain itu yang tak kalah penting adalah untuk selalu gunakan pakaian pelindung, seperti sarung tangan ketika bersentuhan langsung dengan hewan yang diduga membawa virus cacar monyet.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More