Forgot Password Register

Cegah Perdagangan Satwa Liar, Malaysia Bakar Sisik Trenggiling Senilai Rp131 Miliar

Cegah Perdagangan Satwa Liar, Malaysia Bakar Sisik Trenggiling Senilai Rp131 Miliar Trenggiling. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Malaysia membakar barang sitaan pihak berwenang berupa sisik trenggiling yang terancam punah senilai USD9 juta atau senilai Rp131,355,000,000. Hal itu dilakukan guna pencegahan perdagangan satwa liar ilegal dari Afrika.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan berat 2,8 ton sama dengan membunuh 3.000 trenggiling. Sisik-sisik itu disita oleh petugas bea cukai di Port Klang Malaysia antara Mei dan September 2017. 

"Perampasan besar dan pembakaran itu jelas merupakan pukulan besar bagi sindikat penyelundupan," kata Abdul Kadir Abu Hashim, direktur jenderal Departemen Satwa dan Taman Nasional, yang dikutip dari AFP, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Pantau Story: Saat HP (Sudah) Bisa Diajak 'Berselancar' di Kuba

Penyelundupan hewan dilindungi itu dilakukan oleh tiga lokasi. Ghana, Kamerun, serta sebuah alamat yang tidak jelas keberadaannya. "Pemeriksaan forensik dari timbangan menunjukkan bahwa itu berasal dari spesies Afrika," kata Abdul Kadir.

Sisik-sisik tersebut dibakar di sebuah pabrik pembuangan sampah pribadi di Port Dickson, Negeri Sembilan, di selatan Ibu Kota Kuala Lumpur.

Baca juga: Hingga Maret Mendatang, Pantai Ini Larang Konsumsi Alkohol

Tahun lalu Malaysia membakar delapan ton sisik trenggiling. Abdul Kodir menambahkan, trenggiling liar di Malaysia telah menjadi pemandangan langka karena perburuan dan penebangan hutan yang merajalela.

Selain itu, daging trenggiling juga menjadi buruan lantaran dagingnya yang lezat. Tak hanya itu, khasist dagingnya bisa melancarkan sirkulasi darah.

Negara Asia Tenggara tengah berjuang untuk menekan perdagangan trenggiling. Untuk diketahui, sisiknya sangat berguna dalam pengobatan alami di China. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More