Forgot Password Register

Pantau Story: Saat HP (Sudah) Bisa Diajak 'Berselancar' di Kuba

Pantau Story: Saat HP (Sudah) Bisa Diajak 'Berselancar' di Kuba Ilustrasi warga Kuba sedang mengakses internet dekat foto revolusioner Che Guevara. (Foto: Reuters/Tomas Bravo)

Pantau.com - Perusahaan telekomunikasi 'Empresa de Telecomunicaciones de Cuba SA' (ETECSA) yang dikelola Pemerintah Kuba, mengumumkan bahwa warga akan bisa mengakses internet di ponsel mereka mulai pekan ini.

Hal tersebut menandai tonggak sejarah baru bagi salah satu negara yang paling tidak terkoneksi di belahan Bumi Barat ini.

Hampir setengah dari 11.2 juta penduduk negara Komunis ini memiliki ponsel, meskipun tidak semua akan mampu membeli paket internet ponsel.

Melansir ABC News, Kamis (6/12/2018), dalam siaran berita yang disiarkan pada hari Selasa (4/12/2018), para eksekutif ETECSA mengumumkan serangkaian paket yang berlaku selama 30 hari mulai dari 600 MB yang setara dengan AUD9,60 (atau Rp96 ribu) hingga 4 GB untuk USD41,16 (atau setara Rp411.000). Tanpa paket, data sebesar 100 MB akan membebani pengguna seharga USD13,72 (atau setara Rp137.000).

Baca juga: Pria Asal Nepal Ini Klaim Punya Lidah Terpanjang di Dunia

Biaya itu akan tidak terjangkau bagi banyak warga Kuba karena upah rata-rata di negara itu sekitar USD41,16 (atau setara Rp411.000) per bulan, dan banyak warga bergantung pada pengiriman uang dari kerabat di luar negeri atau pekerjaan sampingan.

"Sudah waktunya ini menjadi kemungkinan bagi warga Kuba juga. Tetapi untuk beberapa orang, seperti saya, itu masih tak terjangkau," kata penduduk Havana, Joaquin Montiel, 58.

Montiel mengatakan, ia tidak akan mampu membeli ponsel dengan teknologi 3G dengan upah kurang dari USD27,44 (atau setara Rp274.000) per bulan sebagai salesman di sebuah perusahaan milik negara.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More