
Pantau - Amerika Serikat akan mengizinkan kembali penjualan minyak asal Venezuela ke sektor nonpemerintah di Kuba berdasarkan pembaruan kebijakan yang diumumkan pada Rabu 25 Februari 2026.
Kebijakan tersebut disampaikan oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Office of Foreign Assets Control OFAC di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat melalui pernyataan resmi.
OFAC menyatakan akan mengimplementasikan "kebijakan perizinan yang menguntungkan." terhadap permohonan izin tertentu.
Kebijakan tersebut mencakup permintaan otorisasi untuk penjualan kembali minyak asal Venezuela ke Kuba.
Menurut OFAC, kebijakan itu ditujukan untuk berbagai transaksi termasuk ekspor untuk kepentingan komersial dan kemanusiaan di Kuba serta kegiatan lain di sektor swasta negara tersebut.
Namun OFAC menegaskan transaksi yang melibatkan atau untuk kepentingan militer Kuba, layanan intelijen, maupun institusi pemerintah lainnya tidak termasuk dalam cakupan kebijakan tersebut.
Dalam konteks hubungan bilateral, Amerika Serikat sebelumnya menetapkan Kuba sebagai "sebuah ancaman yang tidak biasa dan luar biasa." bagi keamanan nasionalnya.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan akan menghentikan pasokan minyak Venezuela ke Kuba setelah operasi militer pada Januari yang secara paksa menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Setelah operasi militer tersebut, Amerika Serikat mengambil alih kendali atas ekspor minyak Venezuela.
Pada 29 Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengancam pemberlakuan tarif atas barang-barang yang diekspor ke Amerika Serikat dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.
Kebijakan terbaru OFAC ini menjadi bagian dari dinamika hubungan Amerika Serikat dengan Kuba dan Venezuela di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







